Kajian Fiqih LDK DKM Unpad September

KajianFiqih 2(1)

Ikuti!!

Kajian Fiqih Kontemporer LDK DKM Unpad

Tema : Haramkah memperjual-belikan ayat Allah?

Waktu : Rabu, 4 september 2013

Pukul : 16.00 – 17.30 WIB

Tempat : Masjid Raya Ibnu Sina Jatinangor

Pembicara : Ust. Hisyam Mansur, S.Ip

Gratis!!

Ayo ajak temen-temenmu juga, untuk hadir di acara ini…..

 

CP :

Ikhwan (08997922825)

Akhwat (089601584539)

 

Memandang positif sebuah kesulitan

Oleh : Taufiq Sutyarahman (Ketua Departemen Pembinaan LDK DKM Unpad)

panjat-tebing

Kesulitan kerap dipandang dari satu sisi saja, yaitu sisi negatif. Amat jarang sekali orang yang memandang kesulitan sebagai sesuatu yang menyenangkan dan sesuatu yang akan membuat dirinya menjadi lebih baik dan bahagia. Yang sering dibayangkan dari kesulitan adalah sisi-sisi buruk saja. Wajar saja jika kita kemudian cenderung kesal jika kesulitan tiap kali muncul.

Jika kita perhatikan, sebenarnya kesulitan itu ada manfaatnya. Wah benarkah begitu?

Tentu jika kita berfikir positif dan melihat manfaat dari kesulitan itu. Maka setiap kesulitan datang kita akan merasa senang dan akan merasa tertantang akan setiap kesulitan itu.

Banyak orang yang enggan bahkan kesal jika bertemu dengan kesulitan. Mereka yang demikian itu adalah bukan karena menolak manfaat kesulitan, melainkan karena mereka tidak tahu apa manfaat dari kesulitan. Dimatanya yang tergambar dari kesulitan itu adalah kesialan dan beban yang sangat berat. Yang mana akan mengganggu kehidupannya.

Coba kita teliti lagi, apa saja sih manfaat dari kesulitan itu?

Oh ditinjau dari beberapa sudut ternyata kesulitan itu banyak sekali manfaatnya. Apa itu?

1. Menambah ilmu

Setiap kesulitan yang datang ternyata akan mendatangkan ilmu. Bertambahnya ilmu manusia bukan karena besarnya volume otak. Meskipun volume otak kita gede. Tapi itu belum tentu banyak isinya.

Nah, setiap kesulitan datang akan mendatangkan suatu ilmu dan menambah pengalaman.

2. Membuat diri semakin kuat

Orang yang sehari-harinya sering bergelut dengan dunia kesulitan akan menjadi orang yang super kuat. Tahan banting menghadapi berbagai permasalahan. Dan banyak orang yang ditimpa kesulitan akan menjadi orang yang paling kreatif. Berbeda halnya dengan orang yang tak pernah ditimpa kesulitan, pemalas dan suka bersantai ria, ia akan menjadi orang yang bila ditimpa kesulitan sedikit saja akan mudah kalah.

Beda antara orang yang sering ditimpa kesulitan dengan orang yang santai saja dan malas. Adalah seperti ayam sayur dengan ayam kampung.

Ayam sayur selama hidupnya hanya melakukan empat kegiatan penting yaitu : makan, diam, buang kotoran dan disembelih.

Sedangkan  ayam kampung, sepanjang hayatnya tidak pernah henti-hentinya mencari makan, menggunakan seluruh tenaganya demi sesuap nasi…hehee

Kita bisa lihat hasilnya, ayam sayur cenderung gemuk namun gembur dagingnya. Berbeda dengan ayam kampung, bentuk tubuhnya ramping namun liat dagingnya. Hingga kini harga daging ayam kampung untuk berat yang sama tetap lebih mahal daripada ayam sayur. Kata orang, proses akan menentukan nilai akhir.

Menurut survey mengatakan bahwa pola hidup yang serba mapan, sering mengundang penyakit-penyakit yang serius, seperti diabetes, kanker, darah tinggi, stroke dan lain-lain.

Penyakit-penyakit tersebut jarang kita temui pada orang-orang yang sehari-harinya bekerja sangat keras, dan senantiasa bergerak, seperti para petani, kuli , pedagang, sopir dan yang lainnya.

3. kesulitan sebagai tangga prestasi.

Setiap kesulitan yang datang akan memunculkan prestasi yang sungguh sangat menakjubkan. Kita sering melihat banyak para pemuda yang diusia mudanya telah menjadi professor yang pendapat-pendapatnya disegani, pakar pendidikan yang sukses, pelopor bisnis internasional, dan masih banyak lagi.

Pastinya mereka adalah orang-orang yang dalam kesehariannya bertarung dengan yang namanya kesulitan, karena hal-hal tersebut bukan perkara yang mudah. Tapi hal tersebut dilalui oleh proses yang menyakitkan.

Kalau hanya menghabiskan makanan dipiring, semua orang tentu pasti bisa melakukannya. Dan bukan merupakan sebuah prestasi yang patut dibanggakan.

4. Pahala Ibadah

Aneka kesulitan bisa menjadi sarana bagi Allah untuk memberi balasan pahala kepada hamba-hambanya. Hidup yang kita lakukan menjadi tidak sia-sia. Yang mana jika kita berbuat baik niscaya Allah akan membalas amal kita. Kalaupun kita tertimpa keburukan, hal itu akan menggugurkan dosa.

Jika demikian datangnya kesulitan bisa membuat kita menjadi orang yang senantiasa beramal shaleh. Semua itu akan Allah balas dengan limpahan kebaikan dari sisi-Nya.

“(yaitu) orang-orang yang apabila tertimpa musibah mereka mengatakan :’innalillahi wainna ilaihi raji’un (sesungguhnya diri kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali)’. Mereka itulah orang-orang yang mendapat bermacam kesejahteraan dan kasih sayang dari sisi Rabb (Tuhan) mereka. Dan merekalah orang-orang yang senantiasa mendapat petunjuk” [TQS Al-Baqarah : 156-157]

orang-orang yang tertimpa kesulitan akan berucap “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un”,  tentu hal tersebut bukan hanya sekedar ucapan lisan belaka, tapi merupakan kesabaran yang paling tinggi. Dan ridha terhadap taqdir Allah. Dan yakin sebagai pembuka segala kesulitan.

Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan bahwa Rasulullah Saw, bersabda:

Allah Swt berfirman,  “tiada pembalasan bagi hamba-ku yang mukmin disisi-ku ketika aku ambil kekasihnya dari penghuni dunia ini kemudian dia mengharap pahala (dari-ku), melainkan surga” (H.R Bukhari)

Kekasih yang dicintai dikehidupan dunia ini banyak jenisnya seperti yang disebutkan dalam Al-Quran:

Dihiaskan pada (pandangan) manusia kecintaan pada aneka macam kesenangan dari hal wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, hewan-hewan ternak. Dan sawah ladang. Itulah perhiasan hidup di dunia. Dan disisi Allah ada tempat kembali yang baik.” [QS Ali Imran : 14]

Karena itu, jelas sekali bahwa kesulitan itu sangat besar manfaatnya. Seperti pepatah obat yang sering kita dengar. “pahit rasanya namun didalamnya ada peluang mendapatkan kesembuhan”. Insya Allah.

 

Sumber :

10 sikap positif (AA. QOWIY)

Penerimaan Mahasiswa Muslim Baru DKM Unpad

Assalammualaikum Wr. Wb.

Publikasi PMMB

Apa kabar sahabat muda mulia?

Jadikan hari sabtu temen-temen penuh makna bersama Dewan Keluarga Masjid Universitas Padjadjaran (DKM Unpad) dengan menghadiri acara Penerimaan Mahasiswa Muslim Baru Unpad Angkatan 2013.

Dijamin seru deh. Beneran!! Gak Cuman itu aja, temen-temen juga akan dapat banyak sahabat, ilmu dan banyak sekali pengalaman.

Tema               : Membangun pradaban Islam dg smngat Islamisasi Keilmuan

Bentuk Acara : Talkshow, Inspirational Speech oleh Youth National Trainer.

Waktu             : Sabtu, 31 Agustus 2013, Jam 08.00 – selesai.

Tempat            : Gedung PSBJ FIB Unpad (jatinangor)
Ayo daftarkan diri anda segera, karena persediaan tempat terbatas.

|Dresscode : Menutup aurat, rapi dan sopan

Ketik nama/fak/jurusan/no hp

Kirim ke:

Cp: 085720757426 (Riki Nasrullah)

085794823577 (Tia Nurina)

Jadilah anda bagian dari orang-orang hebat bersama DKM Unpad!. 🙂 [TS]

 

Pengaruh pemahaman terhadap tingkah laku

Oleh : Taufiq Sutyarahman  (Ketua Departemen Pembinaan LDK DKM Unpad)

buku

“Ketika bertemu dengan orang yang kita sukai, kerap kali muncul rasa deg-degan, timbul rasa senang, bisa juga cemas, gak PD dan rasa-rasa aneh lainnya”.

Namun

“Ketika bertemu dengan orang yang kita BENCI, yang timbul justru malah  perasaan gak senang, mungkin juga marah, ingin cepet-cepet pergi gak mau liat tampangnya de-el-el.”
contoh-contoh sikap tadi sering terjadi, baik pada orang yang kita sukai atau pun pada orang yang kita benci. Kenapa itu bisa terjadi???

sob, sebenarnya apa sih yang sangat mempengaruhi pola sikap itu? apa sih yang membuat kita senang atau benci pada orang itu???

ternyata..oh ternyata….
Yang mempengaruhi perilaku (suluk) terhadap orang lain adalah pemahaman  (mafahim). dengan kata lain, orang berprilaku tertentu disebabkan pemahamannya pada orang itu.  misalnya,anda mempunyai seorang teman, sebut saja rudi namanya. Anda memiliki pemahaman bahwa rudi orang yang baik hati, ramah dan shaleh. tentu ketika anda bertemu dengannya, akan timbul perasaan tentram, senang dan nyaman bertemu dengannya. sebaliknya jika anda mempunyai pemahaman bahwa rudi itu orangnya kasar, sombong, dan suka mengigit orang (emangnya kucing ^_^), ketika bertemu dengannya pastinya anda akan langsung pengen kabur karena takut dikasarin, dipukul atau takut digigit olehnya (hahaha)..

tetapi lain halnya jika kita bertemu dengan orang yang tidak kita kenal sama sekali, kita akan bersikap biasa aja. tak ada respon senang atau pun takut. karena kita tak memiki pemahaman apapun tentang orang itu. Jadi Pemikiranlah yang menentukan sikap kita, tak ada yang lain. karena itulah berpikirlah secara benar. pahamilah segala sesuatu secara benar. karena jika kita berpikir salah niscaya kelakuan kita pun akan salah juga.

Begitu juga orang yang memiliki pemahaman yang benar terhadap kehidupan dunia ini, dan sadar bahwa ia diciptakan oleh Allah swt semata-mata untuk beribadah dan mengabdi kepadanya,  ia akan melakukan segala sesuatunya selalu didasarkan pada pemahamannya tentang alam dunia ini., dan tujuan ia diciptakan.  kehidupan yang menggoda, kesenangan yang sementara tidak akan membuatnya lalai dari penghambaannya kepada Allah Swt. tapi justru yang ia lakukan ada menginvestasikan waktu, tenaga, harta, fikiran dan apapun yang ia miliki untuk meraih tujuan ukhrawi, meraih ridho Allah swt. karena ia sadar bahwa hidup hanya sementara, dan ia pun faham bahwa apapun yang telah ia lakukan akan dipertanggungjawabkan di Akhirat.

Karena itu, milikilah pemahaman yang benar tentang hidup ini, serta pemahaman apapun yang benar, agar hidup kita senantiasa bahagia., baik di Dunia maupun di akhirat. Wallahua’lam.

Gak mau kecewa?

Oleh : Muhammad Mursyid (Anggota Departemen Propaganda LDK DKM Unpad)

baby-lucu

Hey Sob, nampaknya masa muda ini merupakan masa yang penuh dengan cerita, karena hidup banyak rasa (iklan kali ye) dunia ini terasa manis, asam, asin (iklan lagi kalee) bagaikan pelangi yang memancarkan warna-warna yang tersusun indah. Menjadi rangkaian puzzle yangcoba kita rangkai dengan harapan akan membentuk sebuah gambar yang sesuai dengan cita-cita indah maing-masing dari kita? Bener ga? bener aja lah ya ..

Namun terkadang atau bahkan sering kali, pelangi indah atau puzzle yang coba kita susun sering kali didatangi mendung yang lama, hujan badai tak henti-hentinya menghantam bahtera perahu kita dan mengacak-acak puzzle cita-cita indah yang sedang kita susun dengan susah payah.  Hantu pesimistis, keputusasaan, ketidakpuasan selalu menghampiri perjuangan melukis bingkai kehidupan kita. Ya, sering kali perasaan kecewa hingga, jenuh hingga menjadi batu penghalang langkah kita kedepannya.

Benar, Kecewa! Pernahkah sobat sekalian merasa dikecewakan?? Pernahkah ada perasaan debu kecewa bahkan jadi batu kecewa di hati kita? Jawabannya sering sekali, sering, kadang, pernah namun tidak aka nada yang tidak pernah ya.. hehehe .. sekarang. Pertanyaannya mengapa?mengapa kita pernah, sering, atau sering sekali kecewa??

Sekarang kita bercerita sedikit, (siapin cemilan ya)

Reza, seorang mahasiswa FIKOM, alias fakultas ilmu kompos alias pertanian. Adalah cowok yang diberikan kemapuan yang segudang, dia ganteng,pinter, ipknya 3,78 (udah semester 6), aktif organisasi, banyak yang ngecengin. Wuihh komplit banget kan.

Suatu hari, disebuah kepanitiaan, dia diminta membuat spanduk ukuran 4×6 yang bertujuan memublikasikan acaranya. Kenpa reza yang ditunjuk? Ya, dia sangat ahli desain grafis dan mampu menghasilkan desain yang ga kalah sama temen-temennya yang uliah di FSRD. Ia bertekd, dengan kemampuan desainnya itu dia bisa mendatangkan peserta yang banyak dalam kegiatannya tersebut. Siang malam dia berjuang membuat desain yang  luar biasa indah. Akhirnya seminggu deadline, desain itu sudah berwujud sebuah spanduk besar dengan tulisan design by rezaperfect di pojok kiri bawah spanduk tersebut.

2 minggu publikasi, ternyata peserta yang datangnya banyak sekali, sampai jari tangan dan kaki  pun tidak cukup untuk digunakan menghitung jumlah peserta yang datang. Peserta yang dateng 18 orang men, ga cukup kan?? Ia pun mendatangi panitia, dan menanyakan kenapa hal  itu bisa terjadi. Wahh, alasan panitia tak memuaskannya .. kerja kerasnya siang malam, kemampuan desainnya yang menandingi mahasiswa FSRD, yang dating katanya ratusan, ini hanya 18 orang? .. gendok gak tuh, kecewalah Ia,merasa pekerjaannya tidak berarti .

Di dunia lain sana ..

Ratu, ia kini mempunyai cowok anak FIKOM, ini asli ilmu komunikasi. Tiap hari sms-an, teleponan, tiap minggu jalan bareng, makan bareng sama cowoknya itu. Suatu hari cowoknya kebetulan ulang tahun tanggal 29 februari, woiya .. ini tahun kabisat (yang gatau kabisat, tanya anak sd yang punya buku intar). 4 tahun sekali. Kapan lagi dia memberikan hadiah special bagi pujaan hati??

3 hari tiga malam ia membuat kado buat pacarnya Reza (bukan Reza yang tadi), berharap pacarnya akan senang. Bahan terbaik ia beli untuk membuat bingkisan buat pacarnya reza. Sampai-sampai satu hari dia tidur dikelas, saking capenya membuat kado tersebut.

Teng, teng .. jam berbandul tinggi medengungkan loncengnya menunjukan hari ini sudah tanggal 29 februari. Ratu pun, mendatangi kampus tempat reza kuliah. Dengan hati-hati dia bawa kado ulang tahunnya, berjalan sangat pelan, menutup kadonya agar tak terkena debu knalpot angkot gratis dan motor-motor yang lain.

Hingga beberapa tetes keringat jatuh membasahibumi, ternyata diiringi oleh air matanya. Ketika melihat Reza sedang dengan cewek lainnya, yang tak lain tidak bukan adalah teman dekatnya Ratu. Bella sedang memberikan kejutan terindah buat Reza. Hancur hatiku (lagu olga yah), eh hatinya, melihat drama menyakitkan kehidupan yang ada di depan matanya. Tanpa bertanya lagi, ia pergi meninggalkan berjuta kenangan buruk, hanya bisa memimpikan pujian yang Ia harapkan saat Ia memberikan kado itu pada reza. Ooh, kecewa berat ya..

Masih banyak cerita kecewa, kecewa dan kecewa yang lain. Yang mungkin juga di alami oleh sobat-sobat sekalian. Diputusin pacarlah, nilai tidak sesuai keinginan, mengharapkan hadiah tapi tak kunjung ada yang ngasih dan rentetan kisah tragis yang lain.

Tapi, sebenarnya kenapa sih, Reza,Ratu dan kita sering merasa kecewa?? Gak puas  dengan hasil? Gak puas dengan kenyataan hidup??

Benar sobat, itu semua karena kita harapannya terlalu kecil, terlalu sempit, terlalu terkekang. Ya, Si Reza, RAtu dan mungkin salah satu dari sobat yang baca seringkali berorientasi melakukan sebuah pekerjaan yang berharga, menghabiskan waktu, tenaga, pikiran dan keahlian sobat-sobat hanya untuk bayaran murah. Pujian manusia, dianggap pintar dan berbagai cap duaniawi lainnya.

Ketika kita berorientasikan demikian, maka bersiaplah sobat-sobat untk dikecewakan. Mengapa? Karena sering kali realita tidak sesuai dengan harapan, dan perjuangan keras itu terlalu murah hanya dihargai dengan pujian. Seperti Reza yang mengharapkan peserta datang banyak,dan ternyata tidak. Maka kecewalah Ia.

                Masa Muda Gak Mau Kecewa?

                Ubahlah orientasimu melakukan sebuah kegiatan, lakukanlah kegiatanmu hanya mengharap RidhoNya. Ada sebuah peribahasa yang menggambarkan hal ini.

“ketika kau melakukan sebuah pekerjaan dengan mengharapkan balasan dari manusia, maka bersiaplah kau untuk dikecewakan, namun, ketika kau melakukan sebuah pekerjaan hanya untuk Allah, maka yakinlah, Allah tidak akan mengecewakanmu”

Ketika kita mengorintasikan segala perilaku kita hanya untukNya, apapun respon manusia, apapun penilaian manusia, apapun hasilnya, seberapa besar ujian yang kita dapatkan, tak akan menjadi batu sandungan penimbul rasa kecewa, tak akan menjadi badai penggerus batu karang keimanan kita, justru akan makin memperkokoh niat, memperteguh komitmen dan justru akan smeakin melapangkan hati dan memperlebar senyuman kita.

So, ayo sob .. mari kita berlomba berbuat kebaikan hanya untukNya. Jangan hiraukan bisikan setan yang berusaha membelokan tujuan kita. Oke