Perjalanan Hidup Manusia

Oleh: Yadi Mulyadi (Anggota Departemen Pembinaan LDK DKM UNPAD)

 

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم „بسم الله الرحمن الرحيم

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ اْلمَوْتِ, ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ (العنكبوت : 57

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, kemudian hanya kepada kami kamu akan dikembalikan”. (QS,Al-Ankabut : 57).perjalanan

Disadari atau tidak kita ini adalah makhluk yang bernyawa, jika kita mengimani ayat ini tentu kita akan merasakan yang namanya kematian | terpisahnya nyawa dengan raga kita, berpisah pula dengan keluarga dan orang-orang yang kita sayangi, terhapus jua apa yang menjadi rencana, keinginan, harapan yang sekian lama kita nantikan ketika kita masih hidup di dunia.

Kematian adalah perkara yang sudah menjadi suatu kepastian yang akan datang bagi setiap orang, tidakkah menjadi suatu peringatan dan pelajaran bagi kita untuk segera mempersiapkan diri memperbanyak amal shaleh yang akan menjadi bekal kita dimasa depan stelah kematian ?. Padahal sering kita melihat orang yang meninggal dunia yang mendahului kita bahkan kita pun pernah merasakan kehilangan anggota keluarga dan orang-orang yang kita sayangi, padahal sebelum meninggal mereka sempat menjalani kehidupan dan hari-hari bersama kita, namun ketika ajalnya sudah tiba mereka pun akhirnya meninggalkan kita, ajal yang datang tidak bisa kita undurkan ataupun kita dahulukan, ketika sudah jatuh tempo ajalnya dengan izin Allah swt maka dia pun datang tanpa pandang bulu mengakhiri hidup seseorang.

وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَللهُ خَبِيْرٌ بِمَا تعْمَلُوْنَ (المنافقون : 11

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan”. (Al-Munafikun : 11).

Dalam ayat yang lain Allah swt berfirman :

قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ اْلمَوْتُ الَّذِيْ وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ. (السّجدة : 11

Al-Qur’anul Karim mengungkapkan perjalanan manusia dari awal sampai akhir, berkaitan dengan hal ini Allah swt berfirman :

كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ, ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكٌمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ.. (البقرة : 28

“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?”. (Al-Baqarah : 28).

Berdasarkan hal itu kita dapat melihat bahwa perjalanan kehidupan manusia menempuh beberapa tahapan, yaitu :

  1. Alam Ruh

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِيْ آَدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوْا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَاْلقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلُوْنَ. (الأعراف : 127

 “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”.

Para ulama menyatakan bahwa kejadian yang dimksud pada ayat diatas adalah pada masa ketika manusia berada di alam ruh. Kejadian ini wallahu a’lam kapan terjadinya, akan tetapi bukanlah suatu hal yang layak untuk dipungkiri, karena dalam jangka waktu satu hari sajamanusia seringkali melupakan apa yang telah diperbuatnya. Menurut para ulama keadaan manusia pada alam ini belum mempunyai jasad seperti ketika ia berada di alam dunia.

  1. Alam Dunia

Alam dunia merupakan fase kedua tempat manusia menjalani kehidupannya, mengenai hal ini Allah swt berfirman :

نَحْنُ قَسَّمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيْشَتَهُمْ فِى اْلحَيَاةِ الدُّنْيَا. (الزّخرروف : 32

 “dan Kami (Allah) telah membagi mereka pada kehidupan dunia”. (QS,Az-Zuhkruf : 32).

Pada alam ini manusia tampil sebagaimana sosok yang kita lihat. Di alam dunia manusia embuktikan kesaksiannya ketika di alam ruh dan untuk itu Allah swt menurunkan petunjuk-Nya melalui para Nabi dan Rasul-Nya. Di alam ini manusia mengemban tugas sebagai Hamba Allah dan Khalifatullah.

a)      Hamba Allah, yaitu secara totalitas mengabdikan seluruh kehidupannya hanya kepada dan bagi Allah swt. Pengabdian ini tentu saja diwujudkan dengan cara menaati dan menjalani setiap aturan hokum Allah swt, sehingga setiap kegiatannya senantiasa diikat dengan ketentuan | aturan-aturan-Nya. Kondisi inilah yang menyebabkan amal menusia tersebut manjadi bernilai di hadapan Allah swt, dan manakala tidak terikat dengan aturan-aturan-Nya maka amal-amal menjadi sesuatu yang sia-sia bagaikan fatamorgana.

b)      Khalifatullah, yaitu hamba Allah yang mengelola, mengatur, dan memanfaatkan kekayaan alam yang telah diamanahkan Allah swt kepada manusia. Tentu saja dalam mengelola alam semesta ini agar dapat menjamin kehidupan manusia yang harmoni dan serasi dengan fitrah yang dimiliki, sehingga tercipta kesejahteraan kehidupan manusia baik secara lahiriyah maupun batiniyah, haruslah berdasarkan pada petunjuk-Nya. Dalam pengelolaan alam tersebut manusia memanfaatkan setiap potensi yang dimilikinya, baik akal maupun panca inderanya semaksimal mungkin dengan senantiasa mengacu pada aturan serta hokum yang berasal dari pencitpa (al-Khaliq) manusia.

Kedua tugas diatas tidak bisa dipilah-pilah, keduanya harus menyatu, seiring, dan sejalan. Hal ini disebabkan pada kenyataannya bahwa manusia tidak bisa lepas dari petunjuk dan bimbingan Allah swt untuk sampai pada titik kebahagiaannya yang hakiki yaitu keridhaan-Nya .

  1. Alam Barzakh

وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْجَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ. (المؤمنون : 100

 “padahal dibelakang mereka ada barzakh hingga hari mereka akan dibangkitkan”. (QS,Al-Mu’minun : 100).

Alam ini adalah alam yang akan kita lalui setelah kematian menjemput kita. Alam ini adalah penantian pada hari persidangan kelak (hari perhitungan amalan-amalan manusia yang harus dipertanggungjawabkan).

Rasulullah saw bersabda :

إذا مات إبن آدم انقطعت عمله إلاّ من ثلاث : صدقة جارية او علم ينتفع به او ولد صالح يدعوله

“jika seorang anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali 3 aspek, yaitu :

  1.   I. Shadaqah Jariyah, yaitu shadaqah yang mana pahalanya akan terus mengalir kepada orang yang melaksanakannya, walaupun orang tersebut sudah meninggal dunia. Misalnya membelanjakan | menginfakan harta untuk pembangunan masjid, pesantren, jembatan dll. Yang mana memberikan kemanfaatan bagi orang banyak dan setiap harinya dipakai untuk beribadah oleh orang lain dan pahalanya akan sampai padanya meskipun ia telah meninggal dunia.
  2.  II. Ilmu yang bermanfaat (yang di amalkan), dan
  3. Anak shaleh yang senantiasa mendo’akan kedua orang tuanya.
  4. Alam Akhirat

Alam ini merupakan alam persinggahan terakhir yang akan ditempati oleh kita, “kholidiina fiiha” kita akan kekal didalamnya.

“apabila bumi digoncangkan dengan segoncang-goncangnya yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandungnya, dan manusia bertanya mengapa bumi ini jadi begini ? pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan yang demikian itu kepadanya. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya deperlihatkan kepada mereka balasan pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarah niscaya ia akan mendapat balasannya, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarah pun maka ia akan melihat balasannya pula”. (TQS,Az-Zalzalah : 1-8).

Pada alam akhirat  manusia hidup sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya di dunia. Alam ini bersifat kekal karena manusia akan hidup selamanya, alam keadilan bagi manusia karena Allah swt menegakkan keadilan kepada makhluk-Nya, alam panen karena manusia akan menuai hasil panen yang benihnya telah ia tanam ketika di dunia.

Hari kiamat merupakan hari yang pasti datang, seluruh manusia akan menemuinya baik secara sukarela ataupun terpaksa. Siksaan maupun kenikmatan yang diterima oleh setiap manusia merupakan konsekuensi dari seluruh amal perbuatan yang dilakukan selama ia hidup di dunia. Orang yang menanam bibit pohon pisang tentu akan menghasilkan dan akan memanen buah pisang, begitu pula dengan orang yang menanam pohon jeruk maka pohonnya akan berbuah dan menghasilkan jeruk pula, tidak akan mungkin orang yang menanam pohon pisang yang akan menghasilkan buah jeruk, begitupun sebaliknya. Artinya suatu kebaikan akan dibalas pula dengan kebaikan, dan suatu kejelekan | keburukan akan dibalas pula dengan keburukan.

Alangkah beruntungnya orang-orang yang telah berhasil meraih | memetik janji-Nya yaitu kembali ke sebaik-baiknya tempat (keridhaan-Nya). Akan tetapi merugi dan celaka orang-orang yang gagal dalam meraih janji-Nya dan ia termasuk ke dalam keabadian neraka jahanam, na’udzubillahi min dzalik.

 

*Referensi: Buku Panduan Pendidikan Agama Islam – Unpad | Wawasan al Islam

 

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, Selamat Jalan Prof. Dr. Topo Harsono, dr., Sp.PA (K)

[Unpad.ac.id,26/08/2013] Usai sudah pengabdian salah satu putra terbaik keluarga besar Unpad. Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad, Prof. Dr. Topo Harsono, dr., Sp.PA (K), meninggal dunia pada usia 87 tahun di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Senin (26/08) pada pukul 1.30 WIB. Prof. Topo merupakan salah satu sosok perintis Fakultas Kedokteran Unpad. Continue reading

Sebanyak 2.880 Lulusan Unpad Akan Ikuti Prosesi Wisuda

WisudaBandung, 23 Agustus 2013Universitas Padjadjaran kembali akan menyelenggarakan kegiatan akademik berupa pelaksanaan Wisuda Gelombang IV Tahun Akademik 2012/2013, yang akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari berturut-turut yakni pada  Selasa sd Kamis, tanggal 27 sd 29 Agustus 2013. Lulusan yang akan diwisuda  sebanyak 2.880 orang. Wisudawan terdiri dari lulusan Program Diploma-III dan Diploma-IV, Program Sarjana, Pendidikan Spesialis,  Profesi, Magister dan Doktor Continue reading