Tes Uji Keperawanan Perlukah?

uji keperawanan“Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, H.M. Rasyid, Mengajukan anggaran RAPBN 2014 untuk Kebijakan tes keperawanan bagi calon siswa SMA sederajat”.(tempo.co.id) ada apa dengan kaum perempuan diindonesia? benarkah tes ini bisa menjadi solusi dari pergaulan bebas yang semakin meningkat? temukan jawabannya di MUSLIMAH KUDU BANGKIT bersama Keputrian Ldk Dkm Unpad dengan judul “Tes uji Keperawanan, perlukah?” bersama Ustadzah Siti Sopiah S,Hum (aktivis bakti DKM UNPAD), Jum’at 27 september 2013 jam 11.00-13.00 disaung bale kedokteran Universitas Padjadjaran. don’t miss it! cp: 085794464452

Kajian Tafsir Al-Quran QS An Nur ayat 30-31

IMG_0640Melanjutkan kajian tafsir Al-Quran yang diselenggarakan rutinan oleh DKM Unpad setiap rabu malam, Ust. Nurhilal Ahmad menyampaikan ayat Al-Quran Surat An-Nur ayat 30 sampai ayat 31.
Hendaklah laki-laki yang beriman menundukan pandangan dari hal-hal yang tidak diperbolehkan oleh syariat, papar beliau. Dalam penjelasannya beliau menyampaikan beberapa poin penting yang tidak hanya cukup kita fahami, tetapi harus kita amalkan.
1. Laki-laki dan perempuan yang beriman hendaklah menjaga pandangannya
2. laki-laki dan perempuan yang beriman hendaklah memelihara kemaluannya
3. Jangan menampakkan aurat, kecuali yang bisas terlihat
4. Kewajiban bagi perempuan yang beriman memakai kerudung dan jilbab.

 

IMG_0646 IMG_0648 IMG_0650 IMG_0651

Aksi Damai LDK DKM Unpad Tolak Miss World

aksi mup tolak miss world[17/9] Lembaga Dakwah Kampus Dewan Keluarga Masjid Universitas Padjadjaran pada hari Selasa, 17 September 2013 telah mengadakan aksi penolakan miss world 2013. Aksi penolakan ini dilaksanakan di Gerbang Lama Universitas Padjadjaran. Dalam aksi ini para orator dengan tegas dan lantang menyuarakan penolakan ajang miss world, yang esensinya merupakan ajang kemaksiatan dan eksploitasi perempuan.

Dalam aksi ini Ogi Budiantoro bertindak sebagai Pemandu aksi, dengan penuh semangat dan teriakkan takbir oleh peserta aksi. Selanjutnya aksi dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an oleh Yadi Mulyadi.

Dalam orasinya, M. Mursyid (aktivis DKM Unpad) menyuarakan dengan tegas bahwa ajang miss world ini wajb kita tolak. Karena dalam pelaksanaannya, tubuh wanita menjadi bahan ekploitasi para kapital. Lanjut beliau bahwa Islam dari sejak awal telah menempatkan wanita pada posisi yang paling mulia. Oleh karenanya, Miss World 2013 ini mutlak harus ditolak.

Dilanjut oleh orator kedua, Mukhrozi (Kadept.Humas LDK DKM Unpad) menyampaikan wajibnya ummat Islam menyuarakan penolakan terhadap ajang Miss World ini. Beliau juga mengecam pihak-pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan Miss World ini. Karena esensinya pelaksanaan Miss World ini merupakan usaha untuk melemahkan Islam dan Ummat  Islam.

Tidak sampai di situ, kemeriahan aksi ini pun berlanjut dengan hadirnya orator ketiga, Theo Mahrizal (Kadept.Administrasi Umum LDK DKM Unpad). Dalam orasinya beliau menyampaikan sejarah singkat pelaksanaan Miss World dari awal sampai sekarang. Tegas beliau bahwa ajang Miss World ini tidak ayalnya seperti ajang Hewan. Karena pada faktanya bahwa perkembangan miss World ini bermula dari adanya pelaksanaan Kontes Kecantikan dan keindahan Hewan. Beliau menegaskan bahwa siapa saja yang terlibat dalam ajang Miss World ini, mereka semua tidak jauh berbeda seperti halnya hewan, bahkan lebih hina dari pada hewan itu.

Dengan penuh semangat, orator keempat yaitu Taufiq Sutya Rahman (Kadept. Pembinaan LDK DKM Unpad) mempertegas penolakan ajang Miss World ini. Beliau menyampaikan bagaimana seharusnya perempuan bertindak dan bertingkah laku. Dalam pelaksanaan Miss World ini, yang nyata-nyatanya telah mempertontonkan aurat perempuan yang tidak sepantasnya ditonton oleh hal layak umum. Maka, sudah menjadi kewajiban semua ummat Islam untuk menolak Miss World ini.

Orasi ini pun ditutup dengan pernyataan sikap LDK DKM Unpad yang diwakili oleh Rifky Anshory (Kadept. Propaganda LDK DKM Unpad). Dalam pernyataan sikapnya beliau mengajak kepada semua elemen ummat Islam, khususnya mahasiswa, untuk sama-sama melakukan penolakan dilaksanakannya Miss World. Beliau pun menyeru kepada seluruh muslimah untuk menjaga kesucian dan kemuliaan diri perempuan-perempuan Islam dengan sama-sama menolak pelaksanaan Miss World.

Sepanjang pelaksanaan aksi, pemandu aksi dengan penuh semangat memekikan yel-yel penyemangat dengan disertai pekikkan takbir. Miss World!!… Tolak… Tolak…, Eksploitasi!… Hentikan… Hentikan…, Syariah Islam!… Tegakkan… Tegakkan… Takbir… Takbir…

Aksi ini ditutup dengan pembacaan do’a oleh Riki Nasrullah (aktivis DKM Unpad). Beliau memanjatkan do’a dengan penuh khidmat. Memohon kepada Allah untuk membukakan mata dan mata hati para penguasa supaya dengan tegas menolak dan mencabut izin pelaksanaan Miss World. Beliau pun memohon supaya semua ummat muslim diberikan keteguhan hati dalam kebaikan ini dan memohon perlindungan dari makar-makar orang-orang kafir.

Wallahu  A’lamu Bi Ash-Showab []

Oleh : [Rn]

Diskusi Peradaban Kampus

Bismillahihrrahmanirrahim
Assalamualaikum wr wb

Nu’man bin Basyir Memberitahukan,Rosulullah Sholallahu A’laihi Wasalam.Bersabda :
” Perumpamaan Orang Muslim dalam Cinta-Mencintai,Kasih-Mengasihi dan Sayang Menyayangi adalah Laksana Satu Tubuh.Jika salah Satu Anggotanya Sakit,Maka Seluruh Tubuhnya akan Merasakan demam(Sakit).”(Muttafakun ‘Alaih)

 
Diskusi Peradaban Kampus Edisi September
“Gejolak Mesir masihkahkah berharap penerapan Islam dengan jalan Demokrasi?”

Menghadirkan, Pembicara :
1. Rifky Anshory (LDK DKM UNPAD)
2. Ghani Gilman Mustafa (Kammi Sosmed UNPAD)
3. Whisnu Sentosa (HMI Komisariat FISIP Unpad)

Hari, tanggal : Rabu, 18 September 2013
Waktu : Pukul 16.00 s.d. 17.30
Tempat : Masjid Raya Ibnu Sina, Universitas Padjadjaran.

DPK - Mesir - Copy

Tipe Hati Seorang Hamba

Oleh: Riki Nashrullah (Pengurus Aktif DKM Unpad)

 

hatiDalam keseharian kita sering mengalami yang namanya siklus kehidupan. Kadang Allah memberikan hadiah berupa kesehatan, namun kadang pula kita diberikan kondisi yang sama sekali tidak kita harapkan, yaitu sakit. Di saat kita merasakan adanya gejala sakit menimpa tubuh kita, maka apa pun akan kita lakukan untuk mengatasi rasa sakit itu.

Di kala kita mengidentifikasi sakit kita masih biasa-biasa saja, kita pun buru-buru pergi ke warung untuk mencari obat yang mampu menyembuhkan rasa sakit itu. Ketika kita sudah mengidentifikasi rasa sakit kita sudah mulai berat, maka kita pun akan bergegas pergi ke dokter untuk memeriksa sakit kita supaya bisa secepatnya diatasi. Kadang kala kita juga sering mengidentifikasi sakit kita sudah berada dalam kondisi kronis (kritis), kita pun akan mengerahkan sebesar apa pun uang kita untuk biaya perawatan kita di rumah sakit. Itulah kondisi-kondisi di saat kita sudah mengidentifikasi adanya sakit dalam tubuh kita. Tipikal sakit seperti ini merupakan tipikal sakit lahiriah.

Aneh memang, ketika kita sedang merasakan sakit lahiriah maka apa pun akan kita lakukan untuk mengobati sakit tersebut. Akan tetapi kita sering tidak menyadari bahwa yang merasakan sakit itu bukan hanya lahiriah saja, melainkan bathiniah kita pun mempunyai potensi untuk merasakan sakit. Ya, sakit bathiniyah yang sering tidak teridentifikasi keberadaannya namun memiliki efek yang sangat besar ketika kita tidak sesegera mungkin mengobatinya.

Ketika sakit lahiriyah menimpa tubuh kita, makanan dan minuman selezat apa pun akan terasa pahit di lidah. Itulah fenomena yang ada dan menimpa kebanyakan orang yang mengalami sakit. Meskipun pada realitanya makanan dan minuman yang disuguhkan kepada orang yang sakit itu mempunyai rasa yang sangat lezat dan nikmat. Buah-buahan yang segar pun sering disuguhkan, bahkan sampai mencari makanan apa pun yang dirasa paling nikmat hanya untuk menyenangkan hati si orang sakit dengan harapan besar ia akan memakannya meskipun hanya sedikit. Akan tetapi karena rasa sakit yang menimpa itulah makanan dan minuman selezat apa pun akan dirasa pahit dan tidak mengenakkan.

Begitu pun ketika kita dilanda sakit bathiniyah. kadang kala kita merasa malas dalam melaksanakan ibadah, yang jelas-jelas itu merupakan bukti penghambaan kita kepada Allah SWT. Shalat berjamaah di masjid dirasa berat, shalat malam pun dirasa pahit dan memberatkan, shaum sunnah enggan dilaksanakan, dan membaca ayat suci Al-quran pun dirasa memuakkan. Padahal ibadah-ibadah tadi kalau kita laksanakan akan terasa lezat dan nikmat. Bagaimana tidak, Allah SWT. Telah menjanjikan kepada siapa saja yang membaca satu huruf dalam Al-quran dengan balasan pahala. Kalau saja kita dalam satu hari membaca puluhan ayat yang mengandung ratusan bahkan ribuan huruf, maka akan dibalas oleh Allah SWT. Satu huruf dalam al-qur’an dengan pahala. Sudah berapa pahala yang akan kita dapatkan kalau saja membaca alqur’an kita laksanakan di setiap harinya.

Itulah fenomena-fenomena yang sering kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari. Kebanyakan dari manusia hanya menyadari dan mengidentifikasi penyakit lahiriyah saja, tetapi dikala berbicara penyakit bathiniyah kebanyakan dari orang sering terlupakan bahkan tidak menyadari bahwa bathiniyahnya sedang tidak beres (sakit, pen).

Bahkan seorang yang bathiniyahnya sedang sakit dikala dibacakan ayat al-quran tidak akan ada pengaruh apa pun dalam dirinya. Padahal Shaikh Al-Imam Abd. Al-Qadim Al-Jauzi pernah mengatakan bahwa salah satu ciri orang yang beriman itu ialah dikala dibacakan ayat suci Al-qur’an maka hatinya akan bergetar. Matanya akan meneteskan air mata dikala dibacakan ayat yang menjelaskan tentang siksa neraka karena ketakutannya terhadap siksaan di akhirat kelak.

Abdu Al-Qadim Al-Jauzi membagi kriteria hati manusia menjadi tiga jenis. Pertama, Qalbun Mayyitun (Hati yang mati). tipikal hati seperti ini yaitu hati yang diliputi kegelapan di setiap sudutnya. Tidak ada sedikit pun celah cahaya untuk menerangi satu sudut saja dalam hati ini. Hati ini adalah hati yang dimiliki oleh orang kafir dan murka kepada Allah. Hatinya disinggahi oleh dorongan syahwat dan penuh dengan godaan syaitan. Bagaimana pun kondisinya, hati jenis ini akan sulit menerima kebenaran dalam bentuk apa pun.

Kedua, Qalbun Maridlun (Hati yang sakit). Yaitu hati yang sudah mendapatkan penerangan dengan cahaya Allah. Akan tetapi masih ada satu sudut saja dalam hati ini yang dilingkupi kegelapan yang sangat. Dan kegelapan ini pun berpotensi masuknya godaan dan dorongan syahwat untuk melakukan aktivitas maksiat kepada Allah. Tipikal hati seperti ini akan sembuh ketika diobati dengan penuh taqarrub kepada Allah dan bertaubat atas apa-apa yang telah dilakukannya selama ini. Andai saja hati ini tidak sesegera mungkin diobati maka hati ini pun akan berpotensi menjadi hati yang mati.

Ketiga, Qalbun Saliim (Hati yang selamat/sehat). Jenis hati ini adalah hati yang dipenuhi cahaya iman dan tidak ada sedikit pun kegelapan menghinggapi di setiap sudutnya. Hati yang dimiliki orang-orang beriman kepada rabb-nya, menghambakan penuh totalitas dirinya untuk maunya Allah. Jenis hati ini juga jenis hati yang dipenuhi pahala-pahala kebajikan di setiap detiknya. Bagaimana tidak, hati yang sehat akan senantiasa memaksa pemiliknya untuk terus menghamba kepada Allah dan melaksanakan apa-apa yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya. Hati inilah yang akan menuntun pemiliknya untuk terus bertaqarrub kepada Allah dengan penuh totalitas. Dan dengan hati yang selamat ini pula lah pemiliknya akan dilayakkan oleh Allah untuk menempati surga-Nya, yang kita kekal di dalamnya.

Lantas sekarang, tanyakanlah pada diri kita. Termasuk tipe yang manakah kita?. Apakah kita mau masuk ke dalam barisan orang-orang yang mempunyai hati yang mati?, ataukah kita akan masuk ke dalam barisan orang-orang yang mempunyai hati yang sakit?, ataukah kita akan memilih menjadi bagian dari orang-orang yang mempunyai hati yang selamat. Semuanya bergantung kepada pilihan kita. Dan setiap pilihan akan penuh dengan konsekuensi.

Idealnya, seorang muslim yang mempunyai visi yang jelas dalam hidupnya harus memilih menjadi bagian dari orang-orang yang berhati selamat. Bagaimana pun juga, seorang muslim akan dihadapkan dengan pilihan-pilihan hidupnya yang penuh konsekuensi. Maka dengan memilih untuk menjadi bagian orang berhati selamat, insya Allah hidup kita pun akan dipenuhi dengan dorongan semangat dalam menghamba kepada Allah SWT.
Wallahu A’lam Bi Ash-Shawab [ ]