Undangan Shalat Idul Fitri 1436 di Kampus UNPAD

Undangan Acara Shalat Idul Fitri 1436H

Shalat Idul Fitri 1436 H
1 Syawal 1436 H
Bertempat di Lapangan Parkir Utara,
Kampus Unpad Dipatiukur Bandung

=========================

Gema Takbir membahana, Kemenangan datang bagi mereka yang berpuasa dan mengimani Allah SWT dan Rasul SAW.

Tak terasa Ramadhan berlalu, dan kita dihimpun dalam ketawadluan dan kembali seakan menjadi suci.

Mengajak serta hadir dalam rangkaian Paramadika (Panitia Ramadhan dan Idul Fitri di Kampus) 1436 H, pada shalat ied kali ini.

Bertindak sebagai imam dan khotib Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr. (Rektor Universitas Padjadjaran)

I’tikaf Spesial Masjid Al-Jihad Unpad: Renungan Perjalanan Kehidupan Rasulullah untuk Kebangkitan Islam

 

taraweh[Bandung, 12 Juli 2015] DKM Unpad Masjid Al-Jihad pada 11-12 Juli 2015, bertepatan dengan 25 Ramadlan 1436 H, menyelenggarakan program I’tikaf spesial, yang salah satu rangkaiannya diisi oleh kajian Renungan Sirah perjalanan dakwah Rasulullah sallawwaahu ‘alaihi wa sallam untuk menyongsong kebangkitan Islam. Kajian ini diisi oleh KH. Hafidz Abdurrahman, dari Yayasan CintaQuran.

Acara ini diawali dengan kajian Renungan Sirah pada malam tanggal 11 pukul 20.30-23.00. KH. Hafidz menceritakan perjalanan kehidupan dan perjuangan Rasulullah, khususnya ketika momen Bulan Ramadlan. Inspirasi dakwah Rasulullah ini memberikan arti Ramadlan ini supaya lekat dengan suasana perjuangan Islam, sebagaimana yang dialami oleh generasi Rasulullah bersama para Sahabanya. Penghayatan perjalanan sejarah generasi awal Islam tersebut di Bulan Ramadlan dapat menjadi salah satu cara untuk menggugah kesadaran dan pemikiran agar mencontoh mereka dalam mengusahakan kebangkitan Islam.

Setelah waktu istirahat malam, acara dilanjutkan berupa kajian subuh dengan membawa tema “Menyongsong Kebangkitan Islam.” KH. Hafidz pertama-tama memaparkan bahwa kondisi dunia saat ini menunjukkan satu sunnatullah bahwa sesuatu yang dibangun di atas landasan yang rapuh akan lambat laun mengalami keruntuhannya. Beliau menunjukkan ayat Qur’an yang berbicara mengenai hal ini. Sebaliknya, peradaban dunia yang dibangun oleh dasar yang kokoh, yakni keimanan dan ketakwaan, maka peradaban ini akan menjadi peradaban masa depan yang akan menggantikan peradaban saat ini yang rapuh.

Beliau pun menunjukkan dalil-dalil Qur’an dan Hadis tentang janji kemenangan dari Allah dan gejala Akhir Zaman yang mulai terlihat tanda-tandanya. Terakhir, beliau berpesan agar umat Islam sebagai garda terdepan dituntut untuk meyakininya dan ikut menyongsong perubahan tersebut, agar memperoleh kebaikan, bukan hanya berupa pahala di akhirat, tetapi juga kemenangan di dunia. Kemenangan Islam pun akan membawa rahmat yang sesungguhnya bagi alam semesta.

Kajian Ust. HafidzAcara I’tikaf ini diikuti oleh sekitar 90 peserta (ikhwan dan akhwat). Event ini merupakan bagian dari rangkaian acara Paramadika (Panitia Ramadlan dan Idul Fitri di Kampus), yang merupakan acara tahunan yang yang diselenggarakan oleh DKM Unpad Masjid Al-Jihad. Sebelumnya, dalam Paramadika tahun ini, diselenggarakan acara Tadarus Buku membedah buku Wajah Peradaban Barat yang mengundang penulisnya, Dr. Adian Husaini, MA. dari INSISTS, serta menyandingkannya dengan pembanding dari pembina DKM Unpad Masjid Al-Jihad, Dr. Tb. Chaeru Nugraha, M.Hum., kajian Tafsir oleh Ustadz Dr. Nashruddin Syarif di tiga Jumat awal Bulan Ramadlan, Kajian Enterprenership Muslim oleh Ustadz Dede Sulaeman, sebagai owner RajaRak yang juga merupakan Aktivis Bakti DKM Unpad, serta Kajian Muslimah Edisi Ramadlan yang diselenggarakan atas kerjasama dengan BWI (Bina Wanita Islam) dengan mengundang Ustadzah Sasa Esa Agustina, istri Ustadz Dr. Aam Amirudin. (El Majalinkani)

 

Kajian Muslimah Edisi Ramadlan : Peran Muslimah Dalam Selamatkan Keluarga

Perwakilan dari Bina Wanita Islam Unpad Menyampaikan Sambutan

Perwakilan dari Bina Wanita Islam Unpad Menyampaikan Sambutan

Menyambut datangnya sepuluh hari terakhir Ramadhan, Keputrian Lembaga Dakwah Kampus Dewan Keluarga Masjid Universitas Padjadjaran (LDK DKM Unpad) menggelar acara Kajian Muslimah edisi Ramadhan yang bertemakan “Kekerasan Terhadap Anak Mengancam Kita, Bagaimana Solusi Tuntasnya?”. Edisi ini menjadi spesial dengan menghadirkan Ustadzah Sasa Esa Agustina (Muslimah Inspirator) dan Ustadzah Nurul Hidayani (Pemerhati Perempuan) untuk mengupas tema acara ini.

Acara dilaksanakan di Masjid Al Jihad Unpad Dipati Ukur pada Selasa (7/7) dihadiri oleh puluhan jamaah yang tergabung dalam Bina Wanita Islam (BWI) Unpad. Yayu Suganda, perwakilan dari BWI Unpad mengungkapkan rasa syukur dan gembiranya dapat hadir di acara ini. “Terima kasih kepada Keputrian DKM Unpad sudah mengundang kami, tema yang dihadirkan menarik dan kami antusias untuk mengikutinya,” ujarnya.

Nurul Hidayani membuka materi dengan pertanyaan retoris tentang pentingnya tema ini untuk dibahas. Dikatakannya bahwa tema ini layak untuk didiskusikan seiring dengan semakin naiknya kurva kekerasan terhadap anak yang terjadi saat ini. “Di Kota Bandung, P2TP2A tahun ini mencatat terdapat 40 kasus kekerasan biologis terhadap anak dan 26 kasus kekerasan seksual.”

Acara Keputrian DKM UNPAD

Acara Keputrian DKM UNPAD

Dikatakannya, beberapa penyebab menjadi faktor terjadinya kasus ini, diantaranya tayangan kekerasan di media, kesulitan ekonomi, kesibukan orang tua, dan pemahaman agama yang lemah. Untuk menuntaskan hal ini, menurut ibu dari empat putra/i ini harus ada ketakwaan individu, kontrol masyarakat dan penerapan aturan oleh negara.

 

Pemateri kedua, Sasa Esa Agustina mengungkapkan bahwa di zaman ini umat Islam pilihan, diharapkan menjadi Syuahadaa-a ’alannaas, yakni teladan dan saksi bagi umat manusia. Penulis Rubrik Annisa majalah Percikan Iman ini menyampaikan jangan jadikan anak sebagai generasi yang tidak mengikuti petunjuk sebagaimana yang disebut dalam Al-Quran. “Tanamkan sikap menyadari penuh bahwa segala sesuatu berawal dan berakhir karena Allah,” ujarnya.

Menanggapi antusiasme peserta yang bertanya mengenai tips untuk menjadikan anak teladan umat, Sasa Esa menyampaikan bahwa orangtua  harus memberikan waktu terbaiknya untuk memberikan perhatian dan pola asuh yang maksimal. “Yang paling mahal itu adalah iman, walau sederhana,”ungkapnya di akhir pembahasan.

Acara ini diakhiri dengan pemberian santunan kepada anak yatim. Turut hadir dalam acara ini puluhan anak yatim yang terhimpun dalam Panti Asuhan Muhammadiyah Bandung. (Raehan)