Gak mau kecewa?

Oleh : Muhammad Mursyid (Anggota Departemen Propaganda LDK DKM Unpad)

baby-lucu

Hey Sob, nampaknya masa muda ini merupakan masa yang penuh dengan cerita, karena hidup banyak rasa (iklan kali ye) dunia ini terasa manis, asam, asin (iklan lagi kalee) bagaikan pelangi yang memancarkan warna-warna yang tersusun indah. Menjadi rangkaian puzzle yangcoba kita rangkai dengan harapan akan membentuk sebuah gambar yang sesuai dengan cita-cita indah maing-masing dari kita? Bener ga? bener aja lah ya ..

Namun terkadang atau bahkan sering kali, pelangi indah atau puzzle yang coba kita susun sering kali didatangi mendung yang lama, hujan badai tak henti-hentinya menghantam bahtera perahu kita dan mengacak-acak puzzle cita-cita indah yang sedang kita susun dengan susah payah.  Hantu pesimistis, keputusasaan, ketidakpuasan selalu menghampiri perjuangan melukis bingkai kehidupan kita. Ya, sering kali perasaan kecewa hingga, jenuh hingga menjadi batu penghalang langkah kita kedepannya.

Benar, Kecewa! Pernahkah sobat sekalian merasa dikecewakan?? Pernahkah ada perasaan debu kecewa bahkan jadi batu kecewa di hati kita? Jawabannya sering sekali, sering, kadang, pernah namun tidak aka nada yang tidak pernah ya.. hehehe .. sekarang. Pertanyaannya mengapa?mengapa kita pernah, sering, atau sering sekali kecewa??

Sekarang kita bercerita sedikit, (siapin cemilan ya)

Reza, seorang mahasiswa FIKOM, alias fakultas ilmu kompos alias pertanian. Adalah cowok yang diberikan kemapuan yang segudang, dia ganteng,pinter, ipknya 3,78 (udah semester 6), aktif organisasi, banyak yang ngecengin. Wuihh komplit banget kan.

Suatu hari, disebuah kepanitiaan, dia diminta membuat spanduk ukuran 4×6 yang bertujuan memublikasikan acaranya. Kenpa reza yang ditunjuk? Ya, dia sangat ahli desain grafis dan mampu menghasilkan desain yang ga kalah sama temen-temennya yang uliah di FSRD. Ia bertekd, dengan kemampuan desainnya itu dia bisa mendatangkan peserta yang banyak dalam kegiatannya tersebut. Siang malam dia berjuang membuat desain yang  luar biasa indah. Akhirnya seminggu deadline, desain itu sudah berwujud sebuah spanduk besar dengan tulisan design by rezaperfect di pojok kiri bawah spanduk tersebut.

2 minggu publikasi, ternyata peserta yang datangnya banyak sekali, sampai jari tangan dan kaki  pun tidak cukup untuk digunakan menghitung jumlah peserta yang datang. Peserta yang dateng 18 orang men, ga cukup kan?? Ia pun mendatangi panitia, dan menanyakan kenapa hal  itu bisa terjadi. Wahh, alasan panitia tak memuaskannya .. kerja kerasnya siang malam, kemampuan desainnya yang menandingi mahasiswa FSRD, yang dating katanya ratusan, ini hanya 18 orang? .. gendok gak tuh, kecewalah Ia,merasa pekerjaannya tidak berarti .

Di dunia lain sana ..

Ratu, ia kini mempunyai cowok anak FIKOM, ini asli ilmu komunikasi. Tiap hari sms-an, teleponan, tiap minggu jalan bareng, makan bareng sama cowoknya itu. Suatu hari cowoknya kebetulan ulang tahun tanggal 29 februari, woiya .. ini tahun kabisat (yang gatau kabisat, tanya anak sd yang punya buku intar). 4 tahun sekali. Kapan lagi dia memberikan hadiah special bagi pujaan hati??

3 hari tiga malam ia membuat kado buat pacarnya Reza (bukan Reza yang tadi), berharap pacarnya akan senang. Bahan terbaik ia beli untuk membuat bingkisan buat pacarnya reza. Sampai-sampai satu hari dia tidur dikelas, saking capenya membuat kado tersebut.

Teng, teng .. jam berbandul tinggi medengungkan loncengnya menunjukan hari ini sudah tanggal 29 februari. Ratu pun, mendatangi kampus tempat reza kuliah. Dengan hati-hati dia bawa kado ulang tahunnya, berjalan sangat pelan, menutup kadonya agar tak terkena debu knalpot angkot gratis dan motor-motor yang lain.

Hingga beberapa tetes keringat jatuh membasahibumi, ternyata diiringi oleh air matanya. Ketika melihat Reza sedang dengan cewek lainnya, yang tak lain tidak bukan adalah teman dekatnya Ratu. Bella sedang memberikan kejutan terindah buat Reza. Hancur hatiku (lagu olga yah), eh hatinya, melihat drama menyakitkan kehidupan yang ada di depan matanya. Tanpa bertanya lagi, ia pergi meninggalkan berjuta kenangan buruk, hanya bisa memimpikan pujian yang Ia harapkan saat Ia memberikan kado itu pada reza. Ooh, kecewa berat ya..

Masih banyak cerita kecewa, kecewa dan kecewa yang lain. Yang mungkin juga di alami oleh sobat-sobat sekalian. Diputusin pacarlah, nilai tidak sesuai keinginan, mengharapkan hadiah tapi tak kunjung ada yang ngasih dan rentetan kisah tragis yang lain.

Tapi, sebenarnya kenapa sih, Reza,Ratu dan kita sering merasa kecewa?? Gak puas  dengan hasil? Gak puas dengan kenyataan hidup??

Benar sobat, itu semua karena kita harapannya terlalu kecil, terlalu sempit, terlalu terkekang. Ya, Si Reza, RAtu dan mungkin salah satu dari sobat yang baca seringkali berorientasi melakukan sebuah pekerjaan yang berharga, menghabiskan waktu, tenaga, pikiran dan keahlian sobat-sobat hanya untuk bayaran murah. Pujian manusia, dianggap pintar dan berbagai cap duaniawi lainnya.

Ketika kita berorientasikan demikian, maka bersiaplah sobat-sobat untk dikecewakan. Mengapa? Karena sering kali realita tidak sesuai dengan harapan, dan perjuangan keras itu terlalu murah hanya dihargai dengan pujian. Seperti Reza yang mengharapkan peserta datang banyak,dan ternyata tidak. Maka kecewalah Ia.

                Masa Muda Gak Mau Kecewa?

                Ubahlah orientasimu melakukan sebuah kegiatan, lakukanlah kegiatanmu hanya mengharap RidhoNya. Ada sebuah peribahasa yang menggambarkan hal ini.

“ketika kau melakukan sebuah pekerjaan dengan mengharapkan balasan dari manusia, maka bersiaplah kau untuk dikecewakan, namun, ketika kau melakukan sebuah pekerjaan hanya untuk Allah, maka yakinlah, Allah tidak akan mengecewakanmu”

Ketika kita mengorintasikan segala perilaku kita hanya untukNya, apapun respon manusia, apapun penilaian manusia, apapun hasilnya, seberapa besar ujian yang kita dapatkan, tak akan menjadi batu sandungan penimbul rasa kecewa, tak akan menjadi badai penggerus batu karang keimanan kita, justru akan makin memperkokoh niat, memperteguh komitmen dan justru akan smeakin melapangkan hati dan memperlebar senyuman kita.

So, ayo sob .. mari kita berlomba berbuat kebaikan hanya untukNya. Jangan hiraukan bisikan setan yang berusaha membelokan tujuan kita. Oke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *