Islamic Intellectual Forum Edisi IV: Life Of Muslim In Europe

Life of Muslims in Europewith unpad

Dewan Keluarga Masjid Universitas Padjadjaran (DKM UNPAD)  kembali menggelar acara Islamic Intellectual Forum Edisi IV yang bertemakan “Life of Muslim In Europe”. Edisi IV menjadi edisi spesial dengan menghadirkan Mr. Moazzam Maliq (UK Higher Majesty Abassador to Indonesia ASEAN and Timor Leste), Atip Latiful Hayat, Ph.D (Dosen FH UNPAD, Perwakilan Tim World Class University UNPAD) dan Mokhamad Anwar, Ph.D (Dosen FEB UNPAD, Pengurus DKM Unpad 1990an, Alumni University of Leicester UK, Head of International Office Affairs FEB Unpad), dengan moderator Budi Harsanto, MM (Ketua DKM, Dosen FEB UNPAD).

Acara dilaksanakan di Bale Rumawat Universitas Padjadjaran, Dipati Ukur pada Kamis (19/3) dihadiri lebih dari seratus orang mahasiswa, dosen dan peserta umum dari berbagai kampus seperti UNPAD, ITB, UPI, UIN, UNIKOM, STSI, STBA, UNPAR dan kampus lainnya. Akbar Nazary sebagai ketua panitia menjelaskan bahwa, “Acara ini bertujuan memberikan wawasan kepada peserta mengenai kehidupan muslim di Eropa serta memberikan motivasi untuk dapat melanjutkan studi. Menjadi spesial karena duta besar yang kita hadirkan adalah seorang muslim” ujarnya.

Moazzam Maliq adalah duta besar Inggris di Indonesia pertama yang beragama Islam. Dalam paparannya, dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, ia menjelaskan mengenai kehidupan sosial muslim di Eropa, khususnya Inggris. Ia menyampaikan bahwa secara statistik jumlah muslim di Inggris adalah 5%, kebanyakan berusia relatif muda dengan tingkat kelahiran (birth rate) lebih tinggi dibandingkan komunitas lain. Terkait hidup sebagai minoritas di Inggris, ia memberikan pandangan bahwa tak perlu khawatir untuk hidup sebagai muslim di Inggris termasuk dalam penggunaan jilbab ke sekolah atau universitas.

Pembicara kedua, Atip Latiful Hayat dalam penjelasannya menyampaikan mengenai world class university dan pengalamannya sebagai interviewer beasiswa LPDP. Ia menyampaikan dua hal yang perlu diperhatikan saat akan melanjutkan studi ke luar negeri, “English is compulsory, so improve your IELTS/TOEFL score and pay attention to academic requirement”. Ia memberikan motivasi bagi para peserta untuk bisa melanjutkan studi ke luar negeri khususnya Eropa.

Adapun Mokhamad Anwar dalam presentasinya menyampaikan pengalamannya dalam melakukan studi di Inggris, mulai dari persiapan, pengiriman aplikasi, hingga saat melakukan dan menyelesaikan studi. Ia banyak memberikan motivasi bagi peserta untuk dapat melanjutkan studi ke luar negeri khususnya Inggris. Pria yang saat ini dipercaya sebagai head of international office affairs FEB Unpad ini menjelaskan pula mengenai pengalaman sebagai muslim di Leicester, “Leicester has around 18% muslim population, has around 55 mosques and has many halal food stores/restaurants”.

Menanggapi antusiasme peserta yang bertanya mengenai tips untuk studi ke Inggris, Moazzam Maliq menyampaikan berbagai informasi dan tips terkait studi ke Inggris. Di akhir paparan pria lulusan London School of Economics dan Oxford University ini ia berpesan pada peserta “Work hard, study hard, become leader, change your country” ucapnya. (Raehan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *