Kajian Muslimah Edisi Ramadlan : Peran Muslimah Dalam Selamatkan Keluarga

Perwakilan dari Bina Wanita Islam Unpad Menyampaikan Sambutan

Perwakilan dari Bina Wanita Islam Unpad Menyampaikan Sambutan

Menyambut datangnya sepuluh hari terakhir Ramadhan, Keputrian Lembaga Dakwah Kampus Dewan Keluarga Masjid Universitas Padjadjaran (LDK DKM Unpad) menggelar acara Kajian Muslimah edisi Ramadhan yang bertemakan “Kekerasan Terhadap Anak Mengancam Kita, Bagaimana Solusi Tuntasnya?”. Edisi ini menjadi spesial dengan menghadirkan Ustadzah Sasa Esa Agustina (Muslimah Inspirator) dan Ustadzah Nurul Hidayani (Pemerhati Perempuan) untuk mengupas tema acara ini.

Acara dilaksanakan di Masjid Al Jihad Unpad Dipati Ukur pada Selasa (7/7) dihadiri oleh puluhan jamaah yang tergabung dalam Bina Wanita Islam (BWI) Unpad. Yayu Suganda, perwakilan dari BWI Unpad mengungkapkan rasa syukur dan gembiranya dapat hadir di acara ini. “Terima kasih kepada Keputrian DKM Unpad sudah mengundang kami, tema yang dihadirkan menarik dan kami antusias untuk mengikutinya,” ujarnya.

Nurul Hidayani membuka materi dengan pertanyaan retoris tentang pentingnya tema ini untuk dibahas. Dikatakannya bahwa tema ini layak untuk didiskusikan seiring dengan semakin naiknya kurva kekerasan terhadap anak yang terjadi saat ini. “Di Kota Bandung, P2TP2A tahun ini mencatat terdapat 40 kasus kekerasan biologis terhadap anak dan 26 kasus kekerasan seksual.”

Acara Keputrian DKM UNPAD

Acara Keputrian DKM UNPAD

Dikatakannya, beberapa penyebab menjadi faktor terjadinya kasus ini, diantaranya tayangan kekerasan di media, kesulitan ekonomi, kesibukan orang tua, dan pemahaman agama yang lemah. Untuk menuntaskan hal ini, menurut ibu dari empat putra/i ini harus ada ketakwaan individu, kontrol masyarakat dan penerapan aturan oleh negara.

 

Pemateri kedua, Sasa Esa Agustina mengungkapkan bahwa di zaman ini umat Islam pilihan, diharapkan menjadi Syuahadaa-a ’alannaas, yakni teladan dan saksi bagi umat manusia. Penulis Rubrik Annisa majalah Percikan Iman ini menyampaikan jangan jadikan anak sebagai generasi yang tidak mengikuti petunjuk sebagaimana yang disebut dalam Al-Quran. “Tanamkan sikap menyadari penuh bahwa segala sesuatu berawal dan berakhir karena Allah,” ujarnya.

Menanggapi antusiasme peserta yang bertanya mengenai tips untuk menjadikan anak teladan umat, Sasa Esa menyampaikan bahwa orangtua  harus memberikan waktu terbaiknya untuk memberikan perhatian dan pola asuh yang maksimal. “Yang paling mahal itu adalah iman, walau sederhana,”ungkapnya di akhir pembahasan.

Acara ini diakhiri dengan pemberian santunan kepada anak yatim. Turut hadir dalam acara ini puluhan anak yatim yang terhimpun dalam Panti Asuhan Muhammadiyah Bandung. (Raehan)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *