Kajian Tafsir surat ali imran ayat 133

1464789_554203307995046_105956319_n

Selasa (26/11/2013), udara terasa agak dingin menyelimuti kawasan jatinangor akibat hujan yang turun sebelumnya. Tapi keadaan tersebut tidak menyurutkan ghiroh para aktifis DKM Unpad untuk mengkaji tafsir tematis Al quran bersama Ust. Nurhilal Ahmad (dosen Fisika Unpad) selepas salat magrib berjamaah di masjid raya Ibnu Sina. Pada kajian tersebut, Ust Nurhilal membahas tafsir surat Ali Imran ayat 133, yaitu tentang bersegera melaksanakan syariah.

وَ سَارِعُوا إِلَي مَغْفِرَةٍ مِن رَبِّكُم وَ جَنَّةٍ عَرضُهَا السَمَاوَاتِ وَالأَرضِ أُعِدّتْ لِللمُتَّقِينَ

‘ dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Robb-mu dan kepada surga yang lebarnya selebar langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa kepada-Nya

(QS. 3 : 133)

Sudah jelas dalam Al quran, bahwa janji Allah bagi orang yang beriman kepada-Nya dan melakukan perbuatan baik adalah tempat kembali yang bahagia (surga). Tapi, apakah hanya dengan beriman yang ala kadarnya bisa memantaskan kita untuk memasuki surga-Nya?

Perbuatan seorang muslim pun hitungannya adalah halal-haram, yaitu mengerjakan suatu kegiatan yang dibolehkan/diperintahkan oleh Allah dan rosul-Nya dan menjauhi apa-apa yang dibenci dan dilarang-Nya. Perbuatan seorang muslim tidak bisa dihitung berdasarkan untung ruginya perbuatan tersebut. Karna belum tentu setiap yang menguntungkan itu halal.

Ust. Nurhilal pun menegaskan bahwa, seorang muslim itu selalu melakukan amalan wajib dan memperbanyak amalan-amalan sunnah, serta berpindah dari kegiatan-kegiatan mubah menjadi sunnah. Misalnya rentang antara maghrib dan isya adalah waktu yang bisa diisi dengan berbagai macam kegiatan, tetapi alangkah baiknya jika waktu tersebut diisi dengan kegiatan sunnah seperti mengaji, belajar, muhasabah, dan lebih baik lagi berdakwah.

Dengan begitu, seorang muslim akan merasakan nikmatnya Iman dan beramal soleh, karna ia telah terbiasa dengan hal-hal yang disukai oleh Allah dan rosul-Nya maka Allah pun menjadikan ia menyukai hal-hal tersebut.

Allah swt menjelaskan bahwa, surga yang Dia janjikan itu adalah suatu tempat indah yang lebarnya (عرضها)  selebar langit dan bumi. Kita mengetahui bahwa lebar itu tak pernah lebih besar dari panjang (طول) oleh karena itu, seberapa panjang surga yang dijanjikan Allah bagi mereka yang beriman kepadanya dan beramal soleh? Sampai saat ini-pun para ilmuwan belum menemukan ‘ujung’ langit, lalu dilain konteks Allah menyebut bahwa surga yang Dia janjikan selebar langit dan bumi, SUBHAANALLAH… [DBS]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *