Menyiapkan Generasi Qurani

iktikaf 2 HSGSejak senin sore (29/7), DKM Unpad kedatangan tamu dari HSG Khoiru Ummah Tanjungsari yang akan melakukan I’tikaf bareng di Masjid Raya Ibnu Sina jatinangor. Ust Acep Muhyidin selaku pimpinan Sekolah mengatakan bahwa anak-anak tersebut akan I’tikaf bersama di MIS (sebutan Masjid Raya Ibnu Sina) selama 3 hari kedepan (red- kamis).

Senin sore itu pun MIS tampak ramai dengan adik-adik cilik penghafal Quran, diantara mereka ada yang hafal 1 juz, 2 juz, bahkan ada yang 4 juz. Mereka pun tampak antusias mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh DKM Unpad. Kebetulan ketika mereka datang pertama kali ke Masjid, sebuah kajian menyambut mereka. Kajian sore saat itu dipandu oleh ketua LDK DKM unpad ustadz Bambang Kholiq Muttaqin, beliau mengisahkan mengenai sosok tangguh dan dermawan Abdurrahman bin auf. Para peserta pun tampak antusias tenggelam dalam kekhusukan acara sore itu. Kemudian setelah acara selesai para peserta pun kemudian digiring ke Pelataran MIS untuk bersama-sama menunggu adzan magrib, dan menikmati  ta’jil bersama.

Tak lama kemudian adik-adik Khoiru Ummah pun segera mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat Magrib berjama’ah. Setelah selesai, kemudian mereka semua berkumpul kembali untuk makan bareng. Mereka pun sangat merasakan ukhuwah di DKM Unpad.

Adzan Isya pun berkumandang, adik-adik  pun segera berbenah diri untuk melaksanakan shalat Isya dan Terawih di Masjid Raya Ibnu Sina. Mereka begitu bersemangat untuk mengikutinya, karena selain tempatnya begitu nyaman, juga ada suasana yang berbeda telah mereka rasakan. Malam itu Kultum terawih diisi oleh Dr. H Sutisna dari FEB, peserta pun khusuk mendengarkan pemaparan dari ustadz.

Setelah shalat isya, ternyata masih ada serangkaian acara yang akan mereka ikuti. Kali ini acaranya adalah kajian seputar I’tikaf yang dipandu oleh Ustadz Ikhlas Hikmatiar, aktivis DKM Unpad.  Pemaparan pun begitu jelas dan tegas sehingga banyak diantara mereka pun memahami arti penting dari I’tikaf itu. Acara pun berlangsung hingga pukul 22.00 WIB. Kemudian mereka pun berbenah diri untuk beristirahat.

Keesokan harinya (Selasa, 30/7), mereka pun sahur bersama di pelataran Masjid Raya Ibnu Sina, walau dalam kondisi yang begitu dingin, tapi mereka tetap semangat untuk menjalankan sahur bersama. Subuh pun tiba, mereka pun bergegas untuk shalat berjama’ah.

Selesai sholat, Ustadz Rifky Anshori (Ketua Departemen Propaganda LDK DKM Unpad) naik mimbar, beliau menyampaikan kultum subuh pagi itu. Dengan penuh semangat, lantang dan menggelegar beliau memaparkan materi sehingga banyak diantara peserta pun yang tertarik dengan materi kultum subuh itu, dan termotivasi untuk lebih banyak beramal di bulan Ramadhan. Acara kemudian dilanjutkan dengan ta’aruf bersama pengurus LDK DKM unpad dan panitia PARAMADIKA 1434 H, sehingga canda tawa pun menghangatkan susana pagi itu.

Agenda yang begitu padat akan dijalani anak-anak khoiru ummah seharian, dengan aktivitas menghafal Quran, belajar, dan masih banyak lagi. Namun hal itu tidak menyurutkan niat awal mereka untuk sungguh-sungguh Iktikaf di MIS.

iktikaf HSGSuasana senang dan sedih pun bercampur aduk, senang karena disanalah mereka bisa merasakan Suasana baru, mendapat teman baru, dan juga ilmu yang bermanfaat. Sedih karena mereka harus rela untuk meninggalkan keluarga selama 3 hari kedepan. Tapi serangkaian acara yang ada di MIS menjadikan mereka selalu terhibur dan terdorong untuk lebih baik lagi dalam belajar.

Sore hari menjelang berbuka seperti biasa anak-anak pun kemudian diarahkan untuk mengikuti kajian sore, hari itu kajian bertema “Menjemput ajal” yang dipandu oleh ust Gagan Setiawan (aktivis DKM Unpad). Mereka pun tampak antusias mendengarkan materi, selain komunikatif juga pembicara selalu menampilkan video-video yang membuat tertarik untuk melihatnya.

Seperti malam sebelumnya , setelah sholat Terawih sekitar pukul 20.30 mereka pun kembali disodorkan sebuah acara. Kali ini tidak mendengarkan kajian, tidak juga belajar baca Quran. Tapi mereka dihibur dengan sebuah tontonan yang menceritakan kisah nabi Nuh As, yang dipandu oleh Ust. Taufiq Sutyarahman (Kepala Departemen Pembinaan Keislaman dan Kemanajerialan LDK DKM Unpad). Mereka pun begitu serius menonton kisah dakwah nabi Nuh As. Acara pun selesai, peserta digiring untuk beristirahat.

Keesokan harinya (Rabu, 31/7), di pagi hari ba’da subuh. Ust Rizqi Awal (Trainer Nasional) mengisi Training motivasi “How to be a great Student?” di MIS. Training hari itu membuat peserta menjadi semangat dan tidak lagi mengantuk seperti  sebelumnya, sehingga peserta pun menjadi termotivasi untuk menjalani berbagai aktivitas di bulan ramadhan. (TS)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *