Pengaruh pemahaman terhadap tingkah laku

Oleh : Taufiq Sutyarahman  (Ketua Departemen Pembinaan LDK DKM Unpad)

buku

“Ketika bertemu dengan orang yang kita sukai, kerap kali muncul rasa deg-degan, timbul rasa senang, bisa juga cemas, gak PD dan rasa-rasa aneh lainnya”.

Namun

“Ketika bertemu dengan orang yang kita BENCI, yang timbul justru malah  perasaan gak senang, mungkin juga marah, ingin cepet-cepet pergi gak mau liat tampangnya de-el-el.”
contoh-contoh sikap tadi sering terjadi, baik pada orang yang kita sukai atau pun pada orang yang kita benci. Kenapa itu bisa terjadi???

sob, sebenarnya apa sih yang sangat mempengaruhi pola sikap itu? apa sih yang membuat kita senang atau benci pada orang itu???

ternyata..oh ternyata….
Yang mempengaruhi perilaku (suluk) terhadap orang lain adalah pemahaman  (mafahim). dengan kata lain, orang berprilaku tertentu disebabkan pemahamannya pada orang itu.  misalnya,anda mempunyai seorang teman, sebut saja rudi namanya. Anda memiliki pemahaman bahwa rudi orang yang baik hati, ramah dan shaleh. tentu ketika anda bertemu dengannya, akan timbul perasaan tentram, senang dan nyaman bertemu dengannya. sebaliknya jika anda mempunyai pemahaman bahwa rudi itu orangnya kasar, sombong, dan suka mengigit orang (emangnya kucing ^_^), ketika bertemu dengannya pastinya anda akan langsung pengen kabur karena takut dikasarin, dipukul atau takut digigit olehnya (hahaha)..

tetapi lain halnya jika kita bertemu dengan orang yang tidak kita kenal sama sekali, kita akan bersikap biasa aja. tak ada respon senang atau pun takut. karena kita tak memiki pemahaman apapun tentang orang itu. Jadi Pemikiranlah yang menentukan sikap kita, tak ada yang lain. karena itulah berpikirlah secara benar. pahamilah segala sesuatu secara benar. karena jika kita berpikir salah niscaya kelakuan kita pun akan salah juga.

Begitu juga orang yang memiliki pemahaman yang benar terhadap kehidupan dunia ini, dan sadar bahwa ia diciptakan oleh Allah swt semata-mata untuk beribadah dan mengabdi kepadanya,  ia akan melakukan segala sesuatunya selalu didasarkan pada pemahamannya tentang alam dunia ini., dan tujuan ia diciptakan.  kehidupan yang menggoda, kesenangan yang sementara tidak akan membuatnya lalai dari penghambaannya kepada Allah Swt. tapi justru yang ia lakukan ada menginvestasikan waktu, tenaga, harta, fikiran dan apapun yang ia miliki untuk meraih tujuan ukhrawi, meraih ridho Allah swt. karena ia sadar bahwa hidup hanya sementara, dan ia pun faham bahwa apapun yang telah ia lakukan akan dipertanggungjawabkan di Akhirat.

Karena itu, milikilah pemahaman yang benar tentang hidup ini, serta pemahaman apapun yang benar, agar hidup kita senantiasa bahagia., baik di Dunia maupun di akhirat. Wallahua’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *