Sehari Bersama Perempuan Edisi IX : Menjadi Muslimah Penginspirasi

Yulia Rachman (Public Figure)

Yulia Rachman (Public Figure)

Dewan Keluarga Masjid Universitas Padjadjaran (DKM UNPAD) kembali menggelar acara Sehari Bersama Perempuan edisi IX yang bertemakan “Menjadi Perempuan Penginspirasi, Pembangun Peradaban Islam”. Edisi IX menjadi edisi spesial dengan menghadirkan Yulia Rachman (Publik Figure dan Penulis Buku) dan H.Dwi Condro Triono, Ph.D ( Penulis Buku “Pahala Investasi” dan “Dosa Investasi”).

Acara dilaksanakan di Gedung C4 Lantai 1 Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran, Jatinangor pada Sabtu (25/4) dihadiri lebih dari seratus orang pelajar dan mahasiswa dari berbagai kampus seperti Unpad, IPDN, STKS, UIN dan kampus lainnya. Dini Salimiah sebagai ketua panitia menjelaskan bahwa,”Acara ini bertujuan menjadi bahan pencerah bagi mahasiswi untuk menyadari keadaan hari ini dan perannya yang strategis dalam mengubah keadaan hari ini menuju peradaban yang gemilang,” ujarnya.

Yulia Rachman adalah publik figure yang dua tahun belakangan ini memutuskan untuk hijrah dari corak kehidupannya yang lalu. Dalam obrolan yang dikemas dalam bentuk talkshow ini, Yulia menyatakan bahwa kunci dari perubahan itu adalah bukan sekedar memenuhi kewajiban yang telah ditetapkan oleh-Nya, namun mengikutsertakan jiwa untuk tulus beribadah. Lanjutnya, akan banyak ditemui rintangan saat akan berubah namun ia menyampaikan bahwa keyakinan yang kuat akan menentukan sikap atas pilihan ke depannya.

Acara yang dipandu oleh Raehan Dwi Putri (Ketua Keputrian LDK DKM UNPAD) ini pun makin semarak saat sesi pertanyaan dari peserta dibuka. Rahma, salah seorang peserta bertanya tentang keinginan berubah yang terbatas oleh peraturan institusi. Yulia pun menjawab,” Hidup adalah pilihan. Dari pilihan ini dapat kita tentukan bagaimana langkah yang akan ditempuh. Walaupun terlihat berat, bersabarlah karena Allah Maha Penolong,” ungkapnya.

Pembicara kedua di sesi selanjutnya, H. Dwi Condro Triono,Ph.D, dalam penjelasannya menyampaikan bahwa taat secara individu saja tidaklah cukup. “Walau kita hanya duduk berdiam diri, ada dosa yang menjejali catatan amal kita yang disebut dengan dosa ‘investasi’,” ungkapnya. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dosa “investasi” adalah dosa yang muncul karena fardhu kifayah yang tidak diamalkan.

Dwi Condro, Ph.D

Dwi Condro, Ph.D

Menanggapi antusiasme peserta yang bertanya mengenai cara agar mampu menghapus dosa “investasi” , Dwi Condro  memamparkan setidaknya ada empat kriteria amalan yang dapat menggugurkan dosa “investasi” yaitu amalan yang wajib kita lakukan berkaitan langsung dengan fardhu kifayah, dilakukan secara berkelompok dan berjamaah, bersifat politis dan tidak hanya ikut – ikutan saja melainkan bersungguh – sungguh agar dapat segera diamalkan secara sempurna. Di akhir paparan pria lulusan Program Doktor Falsafah Universiti Kebangsaan Malaysia ini berpesan pada peserta “Semua akan berujung pada satu muara yaitu bagaimana agar seluruh perjalanan hidup kita mengalir menuju menuju satu tempat, yaitu surganya Allah SWT ,” ucapnya. (putri.job)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *