Kunjungan SMAIT Insantama: Kunjungan Lokal Berkultur Internasional

Bersama Dengan Prof. Himendra dan Dr. Fahmy Lukman; Pesan Menggugah Untuk SMAIT Insantama

Bersama Dengan Prof. Himendra dan Dr. Fahmy Lukman; Pesan Menggugah Untuk SMAIT Insantama

 

[masjidkampus.unpad.ac.id, 28/04/2015] Selasa (28/04), DKM Universitas Padjadjaran menerima kunjungan pelajar dan guru dari SMAIT Insantama Bogor, Jawa Barat. Sebuah sekolah bertarap internasional dengan kualitas lulusan terbaik. Kunjungan tersebut resmi diterima di Masjid Aljihad, Universitas Padjadjaran kampus Dipati Ukur. Rombongan terdiri atas 30 siswa laki-laki, 33 siswa perempuan, dan 7 orang guru dan pembimbing. Kunjungan ini bertajuk Pra-LKMA goes to Japan.

“Terimakasih atas kunjungannya. Semoga mimpi-mimpi kalian untuk pergi ke Jepang segera terwujud. Saya mewakili ketua DKM Unpad, yang saat ini sedang ada tugas ke Singapura, merasa bangga atas kedatangan siswa/i Insantama,” ujar Rizqi Awal, S.E.Sy. saat menerima kunjungan. Continue reading

One Day Full Of Inspiration With Felix Y. Siauw

felix siauw

 

Sepercik Inspirasi kini hadir kembali.
DKM Unpad Bersama dengan BKLDK dan DKM Almuhajirin Unpad mempersembahkan event luar biasa.
“One Day Full Of Inspiration With Felix Siauw”
Catat tanggalnya, hadiri acaranya.
=================================
One Day Full Of Inspiration With Felix Siauw
Dilaksanakan tanggal 20 Januari 2015
di Bale Santika, Kampus Unpad Jatinangor.
Dimeriahkan pula oleh grup nasyid Ashmah.
=================================
Daftarkan diri segera :
ketik : ODFI_Nama Lengkap_Asal Kampus_Fakultas_No Kontak. Kirim ke
085721890737 (Ikhwan)
089643644609 (Akhwat)
Cuma dengan Rp.25.000,- Anda bisa merasakan sehari penuh inspirasi bersama Ust. Felix Siauw.
Apa aja yang didapat :
Sertifikat, makan siang, snack, ilmu bermanfaat, teman baru, dll.
Pastikan nama Anda terdaftar!!!
==================================
Like Fanspage kami di DKM UNPAD
Informasi kemuslimahan bisa di Keputrian Ldk Dkm Unpad
Informasi keislaman bisa diakses di laman web kami :www.masjidkampus.unpad.ac.id

30 Jurus Mengubah Nasib – Karya Prof. Dr-Ing Fahmi Amhar

 

1451964_605363949548496_1401914166_n

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri
(Ar-Rad 11)”

Apa saja dalam diri kita bias kita ubah, seraya kita berharap agar Allah mengubah nasib kita, mengubah jalan hidup kita, menuju kesuksesan dan keberkahan ? Juga bagaimana agar nasib bangsa kita, mengubah jalan hidup kita, menuju kesuksan dan keberkahan ?  Juga bagaimana agar nasib bangsa kita, umat islam di seluruh penjuru dunia, yang saat ini masih jauh dari ideal, yaitu umat terbaik? Apa yang harus diubah pada mereka, agar doa mereka ijabah, agar kita memang pantas untuk diubah nasibnya oleh Allah azza wa jalla ?

Setiadaknya didalam buku yang dikarang oleh Prof. Fahmi Amhar ada 30 jurus yang perlu diubah agar kita bisa merubah nasib kita menjadi yang lebih baik. 30 hal yang perlu diubah yaitu :
1. Ubah Konsumsi
2. Ubah Posisi
3. Ubah Donasi
4. Ubah Refrensi
5. Ubah Frekuensi
6. Ubah Asumsi
7. Ubah Informasi
8. Ubah Internalisasi
9. Ubah Persepsi
10. Ubah Diferensiasi
11. Ubah Orientasi
12. Ubah Obsesi
13. Ubah Alokasi
14. Ubah Zonasi
15. Ubah Investasi
16. Ubah Kompetensi
17. Ubah  Kompetisi
18. Ubah Relasi
19. Ubah Kontribusi
20. Ubah Formasi
21. Ubah Transaksi
22. Ubah Tradisi
23. Ubah Rekreasi
24. Ubah Amunisi
25. Ubah Valuasi
26. Ubah Koreksi
27. Ubah Estimasi
28. Ubah Konsentasi
29. Ubah Kaderisasi
30. Ubah Konsistensi
Bertempat di Gedung sayap kanan masjid UGM agenda bedah buku ini diselenggarakan langsung bersama penulisnya.

Download bedah buku karangan Prof. Dr. Ing. H. Fahmi Amhar :
30 JURUS MENGUBAH NASIB.mp3

sumber : http://senyumparainsan.wordpress.com/2014/04/27/3o-jurus-mengubah-nasib-ust-prof-fahmi-amhar/

30 jurus dpan-500x500

Prof. Romli Atmasasmita, SH., LLM., Masuki Masa Purnabakti

[Unpad.ac.id, 15/11/2014] Setelah 35 tahun mengabdi di Unpad, di usianya yang ke-70, Guru Besar Emeritus Hukum Pidana Internasional Unpad, Prof. Dr. Romli Atmasasmita, S.H., LLM., telah banyak menghasilkan berbagai pemikiran di bidang Hukum Pidana Internasional. Bahkan, pemikirannya tersebut bukan hanya diakui secara nasional, namun juga internasional.

Guru Besar Hukum Pidana Internasional Unpad, Prof. Dr. Romli Atmasasmita, S.H., LLM, saat membacakan pidato purnabaktinya yang berjudul "Karakter dan Arah Politik Hukum dalam Pengembangan Nasional"di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Sabtu (15/11). (Foto: Arief Maulana)*

Guru Besar Hukum Pidana Internasional Unpad, Prof. Dr. Romli Atmasasmita, S.H., LLM, saat membacakan pidato purnabaktinya yang berjudul “Karakter dan Arah Politik Hukum dalam Pengembangan Nasional”di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Sabtu (15/11). (Foto: Arief Maulana)*

“Pemikiran Prof. Romli telah menjadi bagian yang melekat dalam perkembangan hukum Indonesia,” ujar Dekan Fakultas Hukum (FH) Unpad, Dr. Sigid Suseno, SH., saat menyampaikan sambutan dalam acara Purnabakti Prof. Dr. Romli Atmasasmita, SH., LLM., Sabtu (15/11) di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri Bandung.

Acara Purnabakti ini dihadiri oleh tamu undangan, pimpinan universitas, guru besar, dan pejabat nasional diantaranya Ketua Mahkamah Agung, Dr. H. Muhammad Hatta Ali, SH., MH., Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Dr. YuddyChrisnandi, Wakil Ketua Komisi Yudisial MK, Dr. H. Abbas Said, SH., MH., Perwakilan Polri, serta Hakim Agung MA, H.M. Zaharuddin Utama, SH.

Menurut Dr. Sigid, sejak medio 1970-an, Prof. Romli telah mengembangkan ilmu hukum di bidang Kriminologi, kemasyarakatan, dan Hukum Pidana Internasional. Prof. Romli juga pernah menjabat sebagai Pejabat Tinggi pada Kementrian Hukum dan HAM.

Ia merupakan aktivis antikorupsi dan arsitek di balik pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi, dengan menjadi Ketua Tim Seleksi Calon Pimpinan KPK tahun 2003. Pada tingkat inetrnasional, Prof. Romli aktif sebagai tim ahli United Nations Convention Against Corruption (Konvensi PBB Melawan Korupsi), serta tercatat sebagai tim ahli United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).

“Beliau menjadi salah seorang sosok yang telah mengangkat FH Unpad di mata nasional dan internasional. Hal ini dapat menjadi tantangan bagi akademisi muda di FH Unpad untuk ikut mengangkat nama FH Unpad menjadi lebih baik,” kata Dr. Sigid.

Hal tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Senat Unpad, Prof. Dr. Hj. Sutyastie Soemitro, SE., MS., yang akrab dipanggil Prof. Tati. Menurutnya, Prof. Romli tercatat sebagai guru besar bidang Hukum Pidana Internasional satu-satunya di Indonesia. Namun, ia pun aktif mengkaderkan keilmuannya kepada para mahasiswanya. Beberapa pejabat di lingkungan pemerintahan pernah menjadi mahasiswa bimbingannya.

“Pemikiran Prof. Romli yang tertuang dalam pidato purnabaktinya kiranya relevan dengan kondisi masa-masa kabinet Indonesia yang baru saat ini. Pemikiran briliannya sangat memberikan kontribusi yang bernilai,” ujar Prof. Tati.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Romli membacakan pidato purnabaktinya berjudul “Karakter dan Arah Politik Hukum dalam Pengembangan Nasional”. Selain pidato purnabakti, acara ini juga diisi dengan peluncuran dan bedah buku “Biografi Hukum Romli Atmasasmita: JalanKeadilan di Tengah Kedzaliman”.

Prof. Romli saat ini menjabat sebagai Direktur di Lembaga Pengkajian Independen Kebijakan Publik (LPIKP). RobiNurhadi, salah satu wakil Direktur di LPIKP menuturkan, Prof. Romli merupakan sosok yang cerdas dan selalu menganalisis permasalahan hokum melalui 3 dimensi ilmu, yaitu hukum, politik, dan ekonomi.

“Prof. Romli memang banyak dibutuhkan orang karena kecerdasannya,” ujar Robi.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh

sumber : www.unpad.ac.id

Jebakan Harta

odinar_dirham-imn_2010leh : Ustadz Lutfi Affandi. SH, MH – Alumni Masjid UNPAD

Menjadi kaya, melimpahnya harta benda, adalah impian banyak orang. Mereka beranggapan bahwa uang bisa membeli segalanya. Membeli rumah, kendaraan, makanan enak, dan yang tak kalah penting katanya, orang kaya akan dihormati banyak orang. Maka tak heran, banyak cara ditempuh agar bisa mendapatkan harta berlimpah. Mulai dari cara yang halal dengan mengejar karir setinggi-tingginya dan menjadi pengusaha sukses, hingga dengan cara-cara yang haram, seperti korupsi, mencurangi takaran dan timbangan, hingga muamalah ribawi (bunga). Tujuannya, apalagi kalau bukan berharap uang dan harta berlimpah?

Memiliki banyak harta tentu tak salah, jika harta yang didapat manfaat untuk banyak pihak atau untuk dinafkahkan di jalan Allah. Sebagian sahabat Rosulullah seperti Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf adalah orang yang berlimpah harta, akan tetapi bagi mereka harta adalah titipan dan pemberian dari Allah. Maka ketika Allah swt dan Rosul-Nya memerintahkan untuk mengeluarkan hartanya, tak sedikitpun ada keraguan dan rasa berat hati. Utsman bin Affan pernah menyedekahkan 1000 dinar (setara dengan 4250 gram emas) melalui Rosulullah. Abdurrahman bin ‘Auf pernah menyedekahkan 700 ekor unta penuh dengan barang dagangannya, lantaran tak ingin masuk syurga dengan cara merangkak.

Saat ini kita lihat, banyak orang yang menganggap bahwa harta adalah segalanya dan mampu ‘membeli’ semuanya. Ya, memang uang bisa membeli rumah megah. Tapi, mampukah uang membeli kebahagiaan orang-orang di dalamnya? Uang memang bisa membeli kendaraan mewah. Tapi, mampukah uang membeli ketenangan hidup? Uang memang bisa membeli kasur empuk, tapi mampukah uang membeli mimpi? Jawabnya tentu tidak! Ya, itulah jebakan uang yang terkadang menipu dan menyesatkan. Bahkan terkadang, memiliki harta berlimpah juga seringkali membuat lalai dan jauh dari Allah. Berapa banyak orang yang ketika ‘miskin’ begitu rajin datang ke masjid, tetapi ketika sudah kaya raya, sholat berjamaah saja jarang. Berapa banyak orang yang ketika hidup susah sering sholat tahajjud, tapi ketika sudah kaya, sholat shubuh pun seringkali tertinggal. Inilah jebakan harta yang paling berbahaya.

Allah swt melarang bahkan mengecam dengan keras orang-orang yang menumpuk-numpuk harta dan memperkaya diri sendiri tanpa mau peduli terhadap urusan orang lain, apalagi sampai membuatnya jauh dari Allah. Kelak ketika ajal menjelang, mereka baru tersadar, bahwa gunungan harta tak pernah bisa menolongnya. Wallahu A’lam.