Bedah Buku: Wajah Peradaban Barat

Bedah Buku "Wajah Peradaban Barat"

Bedah Buku “Wajah Peradaban Barat”

Barat selama ini digambarkan sebagai peradaban yang besar. Kebesaran peradaban barat, bahkan telah mempengaruhi pemikiran sebagian besar manusia pada hari ini. Karena itu, DKM Universitas Padjadjaran melaksanakan Bedah Buku “Wajah Peradaban Barat” menghadirkan penulis “Adian Husaini,Ph.D. dan sebagai pembandingnya, Dr. Tb. Chaeru Nugraha (Dosen Unpad/Pembina DKM UNPAD). Kegiatan tersebut dilaksanakan tanggal 20 Juni 2015.

Menurut Adian Husaini, “Barat telah berhasil mempengaruhi sebagai besar pemikiran pemuda dengan teori Relativisme. Dengan teori ini, Barat berhasil mengubah cara pandang kaum muda.”

Konsep buku ini ditulis atas dasar peristiwa di mana sang penulis dan tim, berkunjung dari kampus ke kampus.

bedahbuku2“Hampir seluruh perguruan tinggi, utama perguruan tinggi islam yang dikunjungi mewajibkan Hermeunetika. Padahal islam mempunyai metode tersendiri dalam tafsir Al-Quran,” begitu ujarnya.

Sementara Dr. Tb Chaeru Nugraha, buku ini menggambarkan bahwa seharusnya kaum muslimin memliki dua hal yaitu memiliki keilmuan dan pemikiran islam. Bahkan beliau menambahkan bahwa buku ini mengupas bagaimana sesungguhnya peradaban barat itu.

“Wajah barat saat ini diibaratkan sebagai pemudi yang sesungguhnya adalah madaniyah/teknologi. Padahal sesungguhnya, wajah barat itu pada cara pandang. Yang justru memisahkan antara islam dan aturannya,” begitu ujar Dr Chaeru yang juga sebagai akademisi FIB Unpad.

Sehari Bersama Perempuan Edisi IX : Menjadi Muslimah Penginspirasi

Yulia Rachman (Public Figure)

Yulia Rachman (Public Figure)

Dewan Keluarga Masjid Universitas Padjadjaran (DKM UNPAD) kembali menggelar acara Sehari Bersama Perempuan edisi IX yang bertemakan “Menjadi Perempuan Penginspirasi, Pembangun Peradaban Islam”. Edisi IX menjadi edisi spesial dengan menghadirkan Yulia Rachman (Publik Figure dan Penulis Buku) dan H.Dwi Condro Triono, Ph.D ( Penulis Buku “Pahala Investasi” dan “Dosa Investasi”).

Acara dilaksanakan di Gedung C4 Lantai 1 Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran, Jatinangor pada Sabtu (25/4) dihadiri lebih dari seratus orang pelajar dan mahasiswa dari berbagai kampus seperti Unpad, IPDN, STKS, UIN dan kampus lainnya. Dini Salimiah sebagai ketua panitia menjelaskan bahwa,”Acara ini bertujuan menjadi bahan pencerah bagi mahasiswi untuk menyadari keadaan hari ini dan perannya yang strategis dalam mengubah keadaan hari ini menuju peradaban yang gemilang,” ujarnya. Continue reading

Kilasan Acara Khilafah Remake

DKM Unpad bersama Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) dan DKM Al-Muhajirin Unpad mengadakan Training Inspiratif “One Day Full Of Inspiration With Felix Siauw”, dengan mengangkat tema “Khilafah Remake” bertempat di Bale Santika Waras Tanginas Binekas kampus Unpad Jatinangor, pada Selasa (20/01/2015).

Acara ini dimulai sekitar pukul 08.30 WIB – selesai, dengan menghadirkan trainerKang Rizqi Awal (National Trainer) dan Ustadz Felix Y. Siauw (Islamic Inspirator). Acara ini dihadiri oleh 250 peserta, mahasiswa maupun mahasiswi yang berasal dari berbagai kampus, dengan jumlah kursi yang dibatasi hanya 250 kursi sesuai kuota gedung yang digunakan untuk acara tersebut.

 

B4 (1)

Sebelum Training dimulai, para peserta diajak terlebih dahulu untuk mengikuti gerakan senam trainingyang dipandu oleh beberapa panitia untuk mencairkan suasana pagi yang kaku dan mengajak kondisi peserta pada suasana fress. Setelah itu acara dibuka oleh Muhammad Nur Ichsan (Aktivis DKM Unpad) sebagai MC dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh M. Aftori Ramdan (Aktivis DKM Unpad), dilanjut sambutan oleh Ketua Pelaksana, Imam Muslim Amin dan Ketua LDK DKM Unpad, Riki Nasrullah.

Tujuan Hidup

Sesi yang ditunggu-tunggu dimulai dengan penyampaian materi oleh trainer nasional, Kang Rizqi Awal tentang “The View of Life: Sebuah Perjalanan Mencari Arti Diri”. Dengan penyampaiannya yang khas dan sangat menarik dengan suara yang lantang, hingga para peserta dibuatnya terus melekmendengarkan penyampaiannya yang sangat luar biasa.

Trainer yang acapkali dipanggil Kang Awal ini menceritakan kisah sebuah negara, negeri bebek yang pemerintahan dan sebagian besar rakyatnya adalah Muslim. Mereka belum mengetahui tujuan hidupnya, padahal negeri ini sangat kaya, baik Sumber Daya Manusia (SDM) maupun Sumber Daya Alam (SDA) nya. Akan tetapi, banyak masalah terjadi di negeri ini, seperti 97 persen di antara penduduknya mengaku pernah menonton film porno, 93,7 persen, remaja SMP mengaku pernah berciuman serta happy petting alias bercumbu berat, 62,7 persen, remaja SMP mengaku sudah tidak perawan lagi (Komnas Perlindungan Anak, 2008).

B2

Mengapa ini bisa terjadi? Semua ini terjadi karena kesalahan berpikir Muslim di negeri Bebek tentang tujuan hidupnya. Tujuan hidup bisa diperoleh dari cara kita menjawab : Darimana manusia berasal? Apa tujuan hidupnya? Akan kemana setelah hidupnya?.

Sebagai seorang Muslim, sudah sepatutnya kita menyandarkan segala apapun kepada aturan Islam, termasuk untuk menjawab tiga pertanyaan tadi. Allah SWT berfirman, “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS al-Baqarah [2]: 3)

Ketika seorang Muslim dihadapkan pada suatu masalah, pasti ia akan mencari solusinya kepada solusi yang ditawarkan Islam, bukan yang lain. Tidak terkecuali negeri Bebek tadi, yang mayoritas penduduknya adalah Muslim. Sebagaimana Firman Allah SWT, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kepada jalan yang benar).”(TQS ar-Rum [30] : 41).

Khilafah Remake

Trainer kedua, yaitu penulis buku Beyond The Inspiration, Ustadz Felix Y. Siauw menyampaikan tiga pilar pengokoh Islam.

“Ada tiga episode masa di dunia yaitu Persia di sebelah Timur dan Romawi di sebelah Barat, sementara itu Islam hadir didempet dua imperium tersebut,” ujar Felix Siauw memulai penjelasannya.

Episode pertama dan kedua itu telah banyak disebutkan di sekolah-sekolah negeri ini, yaitu imperium Persia dan imperium Romawi. Kedua imperium tersebut benar-benar telah mengukir sejarah dengan kebesaran dan kehebatannya hampir disegala bidang. Imperium Persia yang berkuasa selama 1201 tahun telah melebarkan sayap kekuasaanya seluas 7.400.000 Km2, dan sisa-sisa kebesarannya masih bisa disaksikan pada hari ini. Begitu juga dengan imperium Romawi yang berkuasa selama 1480 tahun dengan luas kekuasaan 5 juta Km2.

Akan tetapi, selain kedua imperium besar tersebut, ternyata ada satu episode yang tak kalah besar bahkan lebih besar ketimbang kedua imperium tersebut. Episode ini adalah episode Islam yang tak banyak diketahui oleh khalayak ummat. Wilayah kekuasaan Islam bertahan selama 1301 tahun dengan luas wilayah sekitar 20 juta Km2 atau 1/3 luas dunia. Islam dengan keagungan dan kebenarannya telah benar-benar mengukir sejarah dunia. Banyak sekali ilmuwan-ilmuwan yang bermunculan yang jasa-jasanya sangat berarti bagi kehidupan dunia saat ini.

Tapi realita hari ini justru kebalikannya. Islam itu diidentikan dengan kemiskinan, kebodohan, dan segala bentuk negatif yang pasti tertuju pada ajarannya. Padahal risalah Islam zaman dahulu dengan Islam sekarang tidak ada yang berubah. Dzat yang wajib disembah tetaplah Allah, Muhammad tetaplah Rasul Allah dan Al-Qur’an selalu menjadi rujukan dalam hidup. Tetapi kenapa umat sekarang begitu terpuruk hampir di semua lini kehidupan. Logikanya, pasti ada sesuatu yang diubah oleh umat masa ini dengan tidak mengamalkan risalah Rasul secara komprehensif dalam kehidupan,yang pasti pernah diamalkan oleh umat terdahulu.

 

Perlu diketahui, pilar pengokoh Islam itu ada tiga. Dengan ditegakkannya ketiga pilar ini, maka umat Islam akan menjadi umat yang terbaik sebagaimana yang difirmankan Allah. Ketiga pilar tersebut adalahIndividu yang bertaqwaMasyarakat yang berdakwah, dan Negara yang menerapkan syariat Islam.

Ketiga pilar inilah yang diterapkan oleh umat Islam dahulu dan tidak diterapkan semuanya pada kehidupan saat ini. Hari ini, umat hanya disibukkan dengan pilar pertama dan sebagian pilar kedua saja. Sedangkan pilar ketiga, yaitu negara yang menerapkan syariat Islam, sangatlah sedikit umat yang memperjuangkannya. Negara tersebut dikenal dengan nama Khilafah.

Khilafah adalah sebuah pemerintahan Islam yang menerapkan Hukum dan syariat Islam secara total dan menyebarkan ajarannya ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad,dengansatu pemimpin daulah yang dikenal sebagai Khalifah. Akan tetapi realita saat ini justru kebalikannya. Umat Islam masih belum banyak yang sadar akan kepentingan negara Islam tersebut yang merupakan salah satu pilar dari ketiga pilar Islam. Padahal dengan ketiga pilar tersebutlah, ummat Islam akan kembali memimpin dunia dengan sinar ajaran Islam yang sempurna dan diridhoi Allah SWT.

One Day Full Of Inspiration With Felix Y. Siauw

felix siauw

 

Sepercik Inspirasi kini hadir kembali.
DKM Unpad Bersama dengan BKLDK dan DKM Almuhajirin Unpad mempersembahkan event luar biasa.
“One Day Full Of Inspiration With Felix Siauw”
Catat tanggalnya, hadiri acaranya.
=================================
One Day Full Of Inspiration With Felix Siauw
Dilaksanakan tanggal 20 Januari 2015
di Bale Santika, Kampus Unpad Jatinangor.
Dimeriahkan pula oleh grup nasyid Ashmah.
=================================
Daftarkan diri segera :
ketik : ODFI_Nama Lengkap_Asal Kampus_Fakultas_No Kontak. Kirim ke
085721890737 (Ikhwan)
089643644609 (Akhwat)
Cuma dengan Rp.25.000,- Anda bisa merasakan sehari penuh inspirasi bersama Ust. Felix Siauw.
Apa aja yang didapat :
Sertifikat, makan siang, snack, ilmu bermanfaat, teman baru, dll.
Pastikan nama Anda terdaftar!!!
==================================
Like Fanspage kami di DKM UNPAD
Informasi kemuslimahan bisa di Keputrian Ldk Dkm Unpad
Informasi keislaman bisa diakses di laman web kami :www.masjidkampus.unpad.ac.id

30 Jurus Mengubah Nasib – Karya Prof. Dr-Ing Fahmi Amhar

 

1451964_605363949548496_1401914166_n

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri
(Ar-Rad 11)”

Apa saja dalam diri kita bias kita ubah, seraya kita berharap agar Allah mengubah nasib kita, mengubah jalan hidup kita, menuju kesuksesan dan keberkahan ? Juga bagaimana agar nasib bangsa kita, mengubah jalan hidup kita, menuju kesuksan dan keberkahan ?  Juga bagaimana agar nasib bangsa kita, umat islam di seluruh penjuru dunia, yang saat ini masih jauh dari ideal, yaitu umat terbaik? Apa yang harus diubah pada mereka, agar doa mereka ijabah, agar kita memang pantas untuk diubah nasibnya oleh Allah azza wa jalla ?

Setiadaknya didalam buku yang dikarang oleh Prof. Fahmi Amhar ada 30 jurus yang perlu diubah agar kita bisa merubah nasib kita menjadi yang lebih baik. 30 hal yang perlu diubah yaitu :
1. Ubah Konsumsi
2. Ubah Posisi
3. Ubah Donasi
4. Ubah Refrensi
5. Ubah Frekuensi
6. Ubah Asumsi
7. Ubah Informasi
8. Ubah Internalisasi
9. Ubah Persepsi
10. Ubah Diferensiasi
11. Ubah Orientasi
12. Ubah Obsesi
13. Ubah Alokasi
14. Ubah Zonasi
15. Ubah Investasi
16. Ubah Kompetensi
17. Ubah  Kompetisi
18. Ubah Relasi
19. Ubah Kontribusi
20. Ubah Formasi
21. Ubah Transaksi
22. Ubah Tradisi
23. Ubah Rekreasi
24. Ubah Amunisi
25. Ubah Valuasi
26. Ubah Koreksi
27. Ubah Estimasi
28. Ubah Konsentasi
29. Ubah Kaderisasi
30. Ubah Konsistensi
Bertempat di Gedung sayap kanan masjid UGM agenda bedah buku ini diselenggarakan langsung bersama penulisnya.

Download bedah buku karangan Prof. Dr. Ing. H. Fahmi Amhar :
30 JURUS MENGUBAH NASIB.mp3

sumber : http://senyumparainsan.wordpress.com/2014/04/27/3o-jurus-mengubah-nasib-ust-prof-fahmi-amhar/

30 jurus dpan-500x500