Kajian Muslimah – Masjid Al-Jihad Unpad Dipatiukur

Kajian Muslimah

assalamu’alaikum wr.wb sahabat intelektual muslimah..
mari hadirilah..
Sebuah kajian yang dipersembahkan oleh Keputrian Masjid Al-Jihad Unpad bagi para muslimah dengan menghadirkan talkshow oleh Febrianti Almeera,founder dr Komunitas Great Muslimah yang akan berbagi cerita ttg mememukan kembali jalan Allah dan d lanjutkan dg Training dari Ummu Salamah,seorang Islamic Inspirator yg akan memaparkan hidup berkah dg Islam kaffah. Semua itu terangkum dalam
Kajian Intelektual Muslimah 2014 dg tema “Titik Balik: Menjadi Muslimah Transformatif Pembangun Peradaban Terbaik”
Sabtu 24 Mei 2014 jm 08.00 s/d 12.00 di gedung Auditorium Perpustakaan Fakultas Hukum Unpad.
Cp.085721013109
O85759859216
Pendaftaran ketik : KAMUS_nama_fak/jurusan/angkatan.

 

Waspada, Daging ayam di Supermaket tidak Halal

daging-sapi-di-supermarket-ilustrasi-_130130194538-505

 

 

 

 

 

 

 

 

Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) menemukan sebuah fakta yang mencengangkan: sebagian besar daging ayam yang dijual di supermarket atau retail modern tidak halal.

Ketua Umum Himpuli Ade Zulkarnain dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Minggu malam, 11/5) mengatakan bahwa mereka telah mengamati hal ini dalam tiga tahun terakhir dan telah melaporkannya ke sejumlah lembaga terkait. Namun sejauh ini belum ada tindakan yang berarti sama sekali.

“Produk daging ayam lokal di retail modern atau supermarket dan hypermarket sebagian besar tidak memenuhi ketentuan halal dan sehat sebagaimana yang diwajibkan dalam UU 18/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Fatwa MUI 12/2009 tentang Sertifikasi Penyembelihan Halal,” ujar Ade M Zulkarnain.

“Kami mengamati hal ini secara intensif di pasar retail modern di Jakarta. Juga di Bandung, Surabaya dan Makassar,” sambungnya.

Dia juga mengatakan, hari Senin besok (12/5), Himpuli akan kembali melaporkan hal ini ke sejumlah lembaga. Selain Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan, mereka juga akan membawa masalah ini ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Menurut Ade Zulkarnain, masalah utama dari persoalan ini karena sebagian besar pemasok daging ayam di retail modern tidak memiliki sertifikat jurusembelih  serta tidak dipotong di rumah potong yang memenuhi standar sertifikasi sebagaimana yang diwajibkan UU.

Khusus untuk Jakarta, Ade Zulkarnain menambahkan, Pemprov DKI Jakarta memiliki produk hukum yang mengatur hal ini, yakni Perda 4/2007. Sayangnya Perda tersebut tidak jalan. “Tahun lalu Wagub Basuki T. Purnama dalam pertemuan dengan Dirjen Peternakan serta asosiasi-asosiasi perunggasan berjanji akan tegas dalam menjalankan Perda itu. Tapi tampaknya belum juga tegas,” demikian Ade Zulkarnain.[]

Sumber: http://mediaumat.com/headline-news/5459-waspada-daging-ayam-di-supermaket-tidak-halal.html

Event: Islam Memandang Mengucapkan dan Merayakan Natal serta Tahun Baru

Hukum Islam dalam mengucapkan Hari Natal dan Tahun Baru

Hukum Islam dalam mengucapkan Hari Natal dan Tahun Baru

Kajian Fiqih LDK DKM Unpad kembali hadir..
Di bulan Desember ini Kajian Fiqih hadir dengan tema
“Bagaimanakah Hukum Mengucapkan Selamat Natal dan Merayakan Tahun Baru Masehi di dalam Islam?”
Ayo datang, supaya kita tahu dan nggak ternodai aqidah kita. Mari kita mengenal islam dari akar hingga ke daun ya.

 

Catat nih tanggal Kegiatannya
Rabu, 11 Desember 2013, pukul 16.00-17.30 WIB @ Masjid Raya Ibnu Sina,Jatinangor, Unpad
dengan Pembicara KH Agus Achyar Purakusumah (Pimpinan Ponpes YPI Miftahul Barkah)

 

Kajian Fiqih LDK DKM Unpad : Menggagas APBN syari’ah

APBN

Rapat Paripurna DPR RI menyetujui Rancangan Undang-Undang APBN 2014 untuk disahkan menjadi undang-undang.

“Seluruh fraksi menyetujui RUU APBN tahun anggaran 2014,” ujar Wakil Ketua DPR RI Sohibul Iman saat memimpin Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Jumat.
(sumber: ANTARA News)

Akankah APBN 2014 ini membawa kemajuan bidang ekonomi Indonesia? Atau semakin terpuruk? Bagaimana dengan APBN Syariah? Untuk menjawab semuanya mari ikuti Kajian Fiqih LDK Dkm Unpad, Rabu, 27 November 2013 pukul 16.00 WIB @ Masjid Ibnu Sina, Kampus Unpad Jatinangor.

Tema: Menggagas APBN Syari’ah

Menghadirkan pembicara , Ust. Hakim Abdurrahman, S.Si.

Be there..
—————————————————————————————————
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (TQS al-A’raf [7]: 96)

Tafsir surat Al-hujurat : 12 (hukum tajasus)

penyadapan

Selasa (19/11/13) di masjid Raya ibnu sina, selepas melaksanakan shalat magrib berjama’ah, para aktifis DKM unpad dan jama’ah masjid raya ibnu sina berkumpul bersama untuk mengikuti kajian Tafsir tematis, bersama ust Nurhilal ahmad (dosen fisika unpad). Pada kajian tersebut, ust nurhilal membahas tafsir surat al-hujurat ayat 12, yaitu hukum tajasus (memata-matai).

Seperti yang kita ketahui, bahwa dalam beberapa hari terakhir ini, telah terjadi penyadapan terhadap pemerintah Indonesia. Karena itu, dkm unpad membahas tema ini. Bagaimana sebenarnya hukum penyadapan itu? Bagaimana pandangan islam mengenai penyadapan?.

Pembicara menegaskan bahwa perbuatan memata-matai, mencari-cari kesalahan orang lain merupakan salah satu perbuatan yang diharamkan secara syar’i. karena telah jelas, seperti yang terdapat dalam surat al-hujurat disebutkan bahwa kita harus menjauhi kebanyakan prasangka (yaitu suudzhon), karena kebanyakan dari prasangka itu dosa.

Ustadz nurhilal pun menjelaskan bahwa seharusnya seorang muslim itu berprasangka baik terhadap saudaranya, dan jangan suka mencari-cari kesalahan orang. “orang soleh biasanya suka ditunggu-tunggu saat-saat dia berbuat salah, pas dia melakukan satu kesalahan, kemudian kesalahan itu dikambinghitamkan dan dibesar-besarkan, sehingga menjadi aib. Itu tidak boleh” tegas ustadz nurhilal. “Ketika seseorang melakukan sebuah kesalahan, justru kita diwajibkan menutup aib orang tersebut, karena ketika seseorang menutupi aib orang lain di dunia, maka allah akan menutup aibnya di akhirat” lanjut ustadz nurhilal.

Namun ada beberapa syarat, aib seseorang itu wajib ditutupi. Karena  justru dalam keadaaan lain aib orang itu harus diungkapkan kepada masyarakat, supaya tidak menimbulkan dharar. Adapun beberapa syarat wajib menutupi aib orang lain yaitu :

–          Perbuatan tersebut baru pertama kali dilakukan

–          Orang yang melakukannya merupakan orang yang dikenal baik

–          Perbuatan itu tidak menimbulkan bahaya

Pada keadaan lain, justru aib itu tidak boleh ditutup-tutupi dan harus diungkapkan. “Contohnya, jika ada penipu ulung yang kerjanya nipu, maka hal seperti ini harus diungkapkan kepada masyarakat supaya tidak ada yang menjadi korban”.

Terkait dengan kasus penyadapan yang dilakukan oleh sebuah Negara kepada Negara yang lain, pembicara memberikan penjelasan, bahwa Negara tidak boleh melakukan spionase kepada siapapun, baik dari sebuah Negara kepada Negara lain, ataupun dari Negara kepada rakyatnya. Karena telah jelas bahwa hukum Tajasus adalah haram.

Dalam islam, Negara boleh melakukan aktifitas spionase hanya sebatas untuk melihat sejauh mana kekuatan militer dan ketahanan suatu Negara. Dalam arti, kebolehannya itu hanyalah sebatas untuk kebutuhan perang (dengan melihat kekuatan musuh). Adapun aktifitas memata-matai aktifitas kepala Negara dari Negara musuh, dan para pejabatnya, jelas tidak boleh.

Pembicara pun menegaskan, “bahkan kepada kafir dzimmi (non-muslim yang tinggal di Negara islam) pun, tidak boleh dimata-matai”.

orang yang suka mencari-cari kesalahan orang lain (memata-matai), menurut surat al-hujurat ayat 12 ini, seperti memakan daging bangkai saudaranya sendiri”. [TS]