Kilasan Acara Khilafah Remake

DKM Unpad bersama Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) dan DKM Al-Muhajirin Unpad mengadakan Training Inspiratif “One Day Full Of Inspiration With Felix Siauw”, dengan mengangkat tema “Khilafah Remake” bertempat di Bale Santika Waras Tanginas Binekas kampus Unpad Jatinangor, pada Selasa (20/01/2015).

Acara ini dimulai sekitar pukul 08.30 WIB – selesai, dengan menghadirkan trainerKang Rizqi Awal (National Trainer) dan Ustadz Felix Y. Siauw (Islamic Inspirator). Acara ini dihadiri oleh 250 peserta, mahasiswa maupun mahasiswi yang berasal dari berbagai kampus, dengan jumlah kursi yang dibatasi hanya 250 kursi sesuai kuota gedung yang digunakan untuk acara tersebut.

 

B4 (1)

Sebelum Training dimulai, para peserta diajak terlebih dahulu untuk mengikuti gerakan senam trainingyang dipandu oleh beberapa panitia untuk mencairkan suasana pagi yang kaku dan mengajak kondisi peserta pada suasana fress. Setelah itu acara dibuka oleh Muhammad Nur Ichsan (Aktivis DKM Unpad) sebagai MC dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh M. Aftori Ramdan (Aktivis DKM Unpad), dilanjut sambutan oleh Ketua Pelaksana, Imam Muslim Amin dan Ketua LDK DKM Unpad, Riki Nasrullah.

Tujuan Hidup

Sesi yang ditunggu-tunggu dimulai dengan penyampaian materi oleh trainer nasional, Kang Rizqi Awal tentang “The View of Life: Sebuah Perjalanan Mencari Arti Diri”. Dengan penyampaiannya yang khas dan sangat menarik dengan suara yang lantang, hingga para peserta dibuatnya terus melekmendengarkan penyampaiannya yang sangat luar biasa.

Trainer yang acapkali dipanggil Kang Awal ini menceritakan kisah sebuah negara, negeri bebek yang pemerintahan dan sebagian besar rakyatnya adalah Muslim. Mereka belum mengetahui tujuan hidupnya, padahal negeri ini sangat kaya, baik Sumber Daya Manusia (SDM) maupun Sumber Daya Alam (SDA) nya. Akan tetapi, banyak masalah terjadi di negeri ini, seperti 97 persen di antara penduduknya mengaku pernah menonton film porno, 93,7 persen, remaja SMP mengaku pernah berciuman serta happy petting alias bercumbu berat, 62,7 persen, remaja SMP mengaku sudah tidak perawan lagi (Komnas Perlindungan Anak, 2008).

B2

Mengapa ini bisa terjadi? Semua ini terjadi karena kesalahan berpikir Muslim di negeri Bebek tentang tujuan hidupnya. Tujuan hidup bisa diperoleh dari cara kita menjawab : Darimana manusia berasal? Apa tujuan hidupnya? Akan kemana setelah hidupnya?.

Sebagai seorang Muslim, sudah sepatutnya kita menyandarkan segala apapun kepada aturan Islam, termasuk untuk menjawab tiga pertanyaan tadi. Allah SWT berfirman, “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS al-Baqarah [2]: 3)

Ketika seorang Muslim dihadapkan pada suatu masalah, pasti ia akan mencari solusinya kepada solusi yang ditawarkan Islam, bukan yang lain. Tidak terkecuali negeri Bebek tadi, yang mayoritas penduduknya adalah Muslim. Sebagaimana Firman Allah SWT, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kepada jalan yang benar).”(TQS ar-Rum [30] : 41).

Khilafah Remake

Trainer kedua, yaitu penulis buku Beyond The Inspiration, Ustadz Felix Y. Siauw menyampaikan tiga pilar pengokoh Islam.

“Ada tiga episode masa di dunia yaitu Persia di sebelah Timur dan Romawi di sebelah Barat, sementara itu Islam hadir didempet dua imperium tersebut,” ujar Felix Siauw memulai penjelasannya.

Episode pertama dan kedua itu telah banyak disebutkan di sekolah-sekolah negeri ini, yaitu imperium Persia dan imperium Romawi. Kedua imperium tersebut benar-benar telah mengukir sejarah dengan kebesaran dan kehebatannya hampir disegala bidang. Imperium Persia yang berkuasa selama 1201 tahun telah melebarkan sayap kekuasaanya seluas 7.400.000 Km2, dan sisa-sisa kebesarannya masih bisa disaksikan pada hari ini. Begitu juga dengan imperium Romawi yang berkuasa selama 1480 tahun dengan luas kekuasaan 5 juta Km2.

Akan tetapi, selain kedua imperium besar tersebut, ternyata ada satu episode yang tak kalah besar bahkan lebih besar ketimbang kedua imperium tersebut. Episode ini adalah episode Islam yang tak banyak diketahui oleh khalayak ummat. Wilayah kekuasaan Islam bertahan selama 1301 tahun dengan luas wilayah sekitar 20 juta Km2 atau 1/3 luas dunia. Islam dengan keagungan dan kebenarannya telah benar-benar mengukir sejarah dunia. Banyak sekali ilmuwan-ilmuwan yang bermunculan yang jasa-jasanya sangat berarti bagi kehidupan dunia saat ini.

Tapi realita hari ini justru kebalikannya. Islam itu diidentikan dengan kemiskinan, kebodohan, dan segala bentuk negatif yang pasti tertuju pada ajarannya. Padahal risalah Islam zaman dahulu dengan Islam sekarang tidak ada yang berubah. Dzat yang wajib disembah tetaplah Allah, Muhammad tetaplah Rasul Allah dan Al-Qur’an selalu menjadi rujukan dalam hidup. Tetapi kenapa umat sekarang begitu terpuruk hampir di semua lini kehidupan. Logikanya, pasti ada sesuatu yang diubah oleh umat masa ini dengan tidak mengamalkan risalah Rasul secara komprehensif dalam kehidupan,yang pasti pernah diamalkan oleh umat terdahulu.

 

Perlu diketahui, pilar pengokoh Islam itu ada tiga. Dengan ditegakkannya ketiga pilar ini, maka umat Islam akan menjadi umat yang terbaik sebagaimana yang difirmankan Allah. Ketiga pilar tersebut adalahIndividu yang bertaqwaMasyarakat yang berdakwah, dan Negara yang menerapkan syariat Islam.

Ketiga pilar inilah yang diterapkan oleh umat Islam dahulu dan tidak diterapkan semuanya pada kehidupan saat ini. Hari ini, umat hanya disibukkan dengan pilar pertama dan sebagian pilar kedua saja. Sedangkan pilar ketiga, yaitu negara yang menerapkan syariat Islam, sangatlah sedikit umat yang memperjuangkannya. Negara tersebut dikenal dengan nama Khilafah.

Khilafah adalah sebuah pemerintahan Islam yang menerapkan Hukum dan syariat Islam secara total dan menyebarkan ajarannya ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad,dengansatu pemimpin daulah yang dikenal sebagai Khalifah. Akan tetapi realita saat ini justru kebalikannya. Umat Islam masih belum banyak yang sadar akan kepentingan negara Islam tersebut yang merupakan salah satu pilar dari ketiga pilar Islam. Padahal dengan ketiga pilar tersebutlah, ummat Islam akan kembali memimpin dunia dengan sinar ajaran Islam yang sempurna dan diridhoi Allah SWT.

Paramadika 1435. Marhaban ya Ramadhan !

masjid Al-Jihad

 

 

 

Tidak dirasa sudah masuk bulan ramadhan lagi, selama 30 hari ke depan kita akan menawan hawa nafsu, menahan lapar dari imsak hingga berbuka. maghrib. Kita di tuntut untuk melakukan sebaik-baiknya amal, karena selama bulan ramadhan Allah SWT, memberikan bonus dan penghargaan kepada hamba-Nya yang mau melakukan amalan yang ‘rakus’. karena kata Rasul “pada bulan ramadhan pintu surga di buka lebar-lebar, dan pintu neraka di tutup rapat-rapat” (HR. Muslim).

DKM Al-Jihad Unpad Dipati Ukur, sudah melayani jemaah sekitar dipati ukur kurang lebih selama 40 tahun. selama itu pula, kegiatan ramadhan terus di bangun dengan spirit untuk memakmurkan masjid. dari mulai shalat taraweh, kultum shubuh, ta’jil gratis, kajian pengantar berbuka, zakat fitrah, shalat ‘idul fitri dan sebagainya.

teman-teman mahasiswa bisa belajar untuk memahami bagaimana mendisain acara-acara dan berkomunikasi kepada masyarakat sekitar, agar ketika setelah lulus dari kampus tercinta ini bisa mengabdi lebih besar kepada masyarakat.

Jebakan Harta

odinar_dirham-imn_2010leh : Ustadz Lutfi Affandi. SH, MH – Alumni Masjid UNPAD

Menjadi kaya, melimpahnya harta benda, adalah impian banyak orang. Mereka beranggapan bahwa uang bisa membeli segalanya. Membeli rumah, kendaraan, makanan enak, dan yang tak kalah penting katanya, orang kaya akan dihormati banyak orang. Maka tak heran, banyak cara ditempuh agar bisa mendapatkan harta berlimpah. Mulai dari cara yang halal dengan mengejar karir setinggi-tingginya dan menjadi pengusaha sukses, hingga dengan cara-cara yang haram, seperti korupsi, mencurangi takaran dan timbangan, hingga muamalah ribawi (bunga). Tujuannya, apalagi kalau bukan berharap uang dan harta berlimpah?

Memiliki banyak harta tentu tak salah, jika harta yang didapat manfaat untuk banyak pihak atau untuk dinafkahkan di jalan Allah. Sebagian sahabat Rosulullah seperti Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf adalah orang yang berlimpah harta, akan tetapi bagi mereka harta adalah titipan dan pemberian dari Allah. Maka ketika Allah swt dan Rosul-Nya memerintahkan untuk mengeluarkan hartanya, tak sedikitpun ada keraguan dan rasa berat hati. Utsman bin Affan pernah menyedekahkan 1000 dinar (setara dengan 4250 gram emas) melalui Rosulullah. Abdurrahman bin ‘Auf pernah menyedekahkan 700 ekor unta penuh dengan barang dagangannya, lantaran tak ingin masuk syurga dengan cara merangkak.

Saat ini kita lihat, banyak orang yang menganggap bahwa harta adalah segalanya dan mampu ‘membeli’ semuanya. Ya, memang uang bisa membeli rumah megah. Tapi, mampukah uang membeli kebahagiaan orang-orang di dalamnya? Uang memang bisa membeli kendaraan mewah. Tapi, mampukah uang membeli ketenangan hidup? Uang memang bisa membeli kasur empuk, tapi mampukah uang membeli mimpi? Jawabnya tentu tidak! Ya, itulah jebakan uang yang terkadang menipu dan menyesatkan. Bahkan terkadang, memiliki harta berlimpah juga seringkali membuat lalai dan jauh dari Allah. Berapa banyak orang yang ketika ‘miskin’ begitu rajin datang ke masjid, tetapi ketika sudah kaya raya, sholat berjamaah saja jarang. Berapa banyak orang yang ketika hidup susah sering sholat tahajjud, tapi ketika sudah kaya, sholat shubuh pun seringkali tertinggal. Inilah jebakan harta yang paling berbahaya.

Allah swt melarang bahkan mengecam dengan keras orang-orang yang menumpuk-numpuk harta dan memperkaya diri sendiri tanpa mau peduli terhadap urusan orang lain, apalagi sampai membuatnya jauh dari Allah. Kelak ketika ajal menjelang, mereka baru tersadar, bahwa gunungan harta tak pernah bisa menolongnya. Wallahu A’lam.

Waspada, Daging ayam di Supermaket tidak Halal

daging-sapi-di-supermarket-ilustrasi-_130130194538-505

 

 

 

 

 

 

 

 

Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) menemukan sebuah fakta yang mencengangkan: sebagian besar daging ayam yang dijual di supermarket atau retail modern tidak halal.

Ketua Umum Himpuli Ade Zulkarnain dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Minggu malam, 11/5) mengatakan bahwa mereka telah mengamati hal ini dalam tiga tahun terakhir dan telah melaporkannya ke sejumlah lembaga terkait. Namun sejauh ini belum ada tindakan yang berarti sama sekali.

“Produk daging ayam lokal di retail modern atau supermarket dan hypermarket sebagian besar tidak memenuhi ketentuan halal dan sehat sebagaimana yang diwajibkan dalam UU 18/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Fatwa MUI 12/2009 tentang Sertifikasi Penyembelihan Halal,” ujar Ade M Zulkarnain.

“Kami mengamati hal ini secara intensif di pasar retail modern di Jakarta. Juga di Bandung, Surabaya dan Makassar,” sambungnya.

Dia juga mengatakan, hari Senin besok (12/5), Himpuli akan kembali melaporkan hal ini ke sejumlah lembaga. Selain Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan, mereka juga akan membawa masalah ini ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Menurut Ade Zulkarnain, masalah utama dari persoalan ini karena sebagian besar pemasok daging ayam di retail modern tidak memiliki sertifikat jurusembelih  serta tidak dipotong di rumah potong yang memenuhi standar sertifikasi sebagaimana yang diwajibkan UU.

Khusus untuk Jakarta, Ade Zulkarnain menambahkan, Pemprov DKI Jakarta memiliki produk hukum yang mengatur hal ini, yakni Perda 4/2007. Sayangnya Perda tersebut tidak jalan. “Tahun lalu Wagub Basuki T. Purnama dalam pertemuan dengan Dirjen Peternakan serta asosiasi-asosiasi perunggasan berjanji akan tegas dalam menjalankan Perda itu. Tapi tampaknya belum juga tegas,” demikian Ade Zulkarnain.[]

Sumber: http://mediaumat.com/headline-news/5459-waspada-daging-ayam-di-supermaket-tidak-halal.html

Telah Berpulang ke Hadapan Allah, Prof. Dedi Rosadi, MS., Guru Besar Administrasi Bisnis Unpad

[Unpad.ac.id, 12/05/2014] Unpad kembali berduka sepeninggal guru besar Fakultas Kedokteran, Prof. Dr. Imam Supardi, dr., SpMK, pada 24 April 2014 dan guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Dr. Achmadi Rilam, S.E., M.S., yang meninggal 30 April lalu. Minggu 11 Mei 2014 lalu, guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad, Prof. Dr. Drs. H. Dedi Rosadi, M.S, meninggal dunia pada pukul 4.20 WIB karena sakit.

prof dedi

Setelah disemayamkan, jenazah almarhum kemudian dilepas dari rumah duka di Jalan Rajamantri Kidul No. 21, Buahbatu Bandung untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Cieunteung, Tasikmalaya. Prof. Dr. Drs. H. Dedi Rosadi, M.S, adalah guru besar emeritus pada Program Studi Administrasi Bisnis FISIP Unpad. Selain aktif mengajar di FISIP Unpad, almarhum juga menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Administrasi (STIA) Tasikmalaya sejak tahun 2009. Almarhum yang lahir di Tasikmalaya, 5 Maret 1939 ini meninggalkan istri,Dra. Hj. Enah Naswiah dan satu orang anak, Budi Rachman, S.T.

Almarhum yang mengenyam pendidikan S-1 hingga S-3 di Unpad ini, mengawali karirnya sebagai Pegawai Negeri Sipil di Unpad sejak tahun 1964. Kemudian pada tahun 2002, almarhum dilantik sebagai Guru Besar Ilmu Administrasi Niaga dan kemudian menjadi Guru Besar Emeritus pada tahun 2010 lalu. *

Laporan oleh: Marlia / eh *