Event: Islam Memandang Mengucapkan dan Merayakan Natal serta Tahun Baru

Hukum Islam dalam mengucapkan Hari Natal dan Tahun Baru

Hukum Islam dalam mengucapkan Hari Natal dan Tahun Baru

Kajian Fiqih LDK DKM Unpad kembali hadir..
Di bulan Desember ini Kajian Fiqih hadir dengan tema
“Bagaimanakah Hukum Mengucapkan Selamat Natal dan Merayakan Tahun Baru Masehi di dalam Islam?”
Ayo datang, supaya kita tahu dan nggak ternodai aqidah kita. Mari kita mengenal islam dari akar hingga ke daun ya.

 

Catat nih tanggal Kegiatannya
Rabu, 11 Desember 2013, pukul 16.00-17.30 WIB @ Masjid Raya Ibnu Sina,Jatinangor, Unpad
dengan Pembicara KH Agus Achyar Purakusumah (Pimpinan Ponpes YPI Miftahul Barkah)

 

Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri 1434 H di UNPAD

idul fitri unpadTepat pada pukul 06.30 di hari yang begitu cerah ribuan jamaah melaksanakan Shalat Idul Fitri di Lapangan Parkir Utara kampus Universitas Padjadjaran (Kamis, 08/08/2013). Jamaah sudah mulai memadati lapangan sejak pukul 05.30. Pelaksanaan shalat Idul Fitri ini merupakan agenda tahunan Unpad dengan lembaga kerohaniannya Islam tertinggi, Dewan Keluarga Masjid Universitas Padjadjaran (DKM Unpad). Dalam pelaksanaannya Rektor Unpad, Prof. Dr. Ir. H. Ganjar Kurnia, DEA., Bertindak sebagai imam shalat, dan khatib kali ini adalah Dr. Med. Setiawan, dr selaku Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Kerja sama. Adapun tema yang diangkat dalam khutbahnya yaitu “Refleksi Puasa : Upaya Untuk membangun Diri dan Masyarakat yang Sehat”.

Pelaksanaan shalat Idul fitri ini diawali dengan sambutan dari Ketua Umum DKM Unpad, Budi Harsanto,SE, MM. Dalam sambutannya beliau mengungkapkan bahwa pelaksanaan Shalat Idul Fitri ini merupakan puncak dari rangkaian kepanitiaan PARAMADIKA 1434 H (Panitia Ramadhan dan Idul Fitri di Kampus) yang selama sebulan penuh melaksanakan program-programnya, di antaranya Kajian sore, Tabligh Akbar, Tarhib Ramadhan, Pesantren Liburan Mahasiswa, bakti sosial, dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Dalam khutbahnya khatib menekankan pentingnya melaksanakan puasa di bulan Ramadhan sebagai bukti ketaaqwaan seorang hamba kepada tuhannya. Selain itu beliau juga mengungkapkan bahwa ada banyak faedah yang bisa didapat selama kita melaksanakan puasa, khususnya bagi kesehatan tubuh.

1079375_363014733801349_1827051317_n

“… konsep ummat islam yang beriman dan bertaqwa tidak lain adalah, bahwa tubuh yang berenergi, yang dijaga aspek fisiknya, semata-mata untuk memberikan kemudahan dalam melakukan berbagai aktivitas dalam konteks kita sebagai hamba yang harus beribadah kepada Allah SWT.”

Lebih lanjut, khatib menegaskan kepada jamaah bahwa sebagai ummat muslim diharapkan setelahnya melaksanakan puasa sebulan penuh akan terbentuk sebuah pribadi yang mampu mengendalikan diri terhadap nafsu yang bersifat merusak.

“sebagai ummat muslim yang telah melatih diri selama satu bulan lamanya maka diharapkan dengan pengendalian diri terhadap nafsu yang bersifat merusak, menjadi nafsu yang berpasrah dan taat kepada Allah SWT.”

Khatib mengakhiri khutbahnya dengan pembacaan doá yang intinya mengharapkan ampunan dan ridho Allah selama sebulan penuh dan juga mengharapkan dengan melaksanakan puasa di bulan ramadhan ini semua muslim bisa menjadi insan yang lebih bertaqwa kepada Allah SWT. Menurut beliau perumpamaan orang yang bertaqwa seperti halnya lebah yang senantiasa memberikan kebaikan kepada sesamanya.

Shalat idul fitri ini berakhir pada pukul 07.30 WIB. Di antara jamaah yang ada hadir pula Dewan Pembina DKM Unpad, di antaranya Prof. Himendra Wargahadibrata dan Ust. Tb. Chaeru Nugraha, M. Hum. Di akhir pelaksanaan shalat Idul Fitri jamaah berbaur dengan yang lainnya untuk bermusafahah dan saling memohon maaf satu sama lainnya.

Alhamdulillah dari awal sampai akhir kegiatan sahalat idul fitri 1434 H berjalan dengan lancar dan tertib.

Laporan Oleh : (RN dan RA).
1148026_363014597134696_51035218_n


Silakan Download isi Khutbah di sini:

KHOTBAH-IEDUL-FITRI-1434-Setiawan-rev1bhs

Shaff 25 DKM Universitas Padjadjaran

Shaff 25

Masjid Unpad sebagai masjid intelektual banyak dibuktikan dengan aktivitas-aktivitas yang ditampilkan olehnya. Sabtu sampai Minggu, tepatnya tanggal 20 sampai 21 Juli 2013 DKM Unpad mengadakan event besar bertajuk Pesantren Liburan Mahasiswa (PLM).  Esensi perjuangan sebuah pergerakan mahasiswa dalam hal ini Dewan Kelauarga Masjid Universitas Padjadjaran salah satunya adalah membentuk kader-kader yang bernafsiayah Islamiyah. Karena pada faktanya hari ini, Islam membutuhkan karakter-karakter pejuang pembela agama Allah. Ummat merindukan sosok-sosok seperti halnya Abu Bakar Ash-Shidiq, Umar Bin Khatab, Utsman Bin Afan, Ali Bin Abi Thalib, Abdurahman Bin Auf, dan sosok-sosok lainnya yang kapasitas mereka sebagai para insan bermental pejuang Islam. DKM Unpad dalam perjalanannya menciptakan kondisi kampus Islami dengan membentuk karakter-karakter pemuda bermental pejuang dalam balutan Islam. Pesantren Liburan Mahasiswa ini bisa menjadi event dalam pencapaian mulia DKM Unpad yaitu menciptakan karakter pemuda yang diharapkan Ummat. Continue reading

Mereka yang sukses di bulan Ramadhan

IMG_5330

Yadi Mulyadi (kanan), Ketua Paramadika 1434H

Di tengah kondisi kampus yang sudah mulai sepi, Masjid Unpad masih saja konsisten mengadakan kajian sore di hari ke 25 bulan ramadhan ini, Ust Yadi Mulyadi (ketua pelaksana PARAMADIKA 1434 H) memaparkan sebuah materi yang berjudul “Mereka yang sukses di bulan Ramadhan”.

Pemateri memulai materinya dengan menjelaskan inti dan tujuan dilaksanakannya ibadah shaum, sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 183 yaitu supaya orang yang melaksanakan shaum itu menjadi orang yang bertaqwa.

Tentu kata “Taqwa” ini, seolah mudah diucapkan, seolah mudah untuk dilakukan, tapi ternyata banyak orang selepas Ramadhan kembali pada aktivitas sebelum ramadhan, sehingga shaum yang dilaksanakan selama sebulan penuh itu, tidak berimplikasi apapun terhadap kehidupan. Yang didapatkan hanya lapar dan haus saja. Pastinya sebagai seorang mahasiswa Unpad, seharusnya aktivitas yang dilakukan selama bulan Ramadhan tidak boleh hanya sekedar ceremonial saja, tapi harus menjalankannya dengan harapan untuk menjadi orang yang bertaqwa.

Ustad Yadi pun kemudian menjelaskan bahwa secara sederhana Taqwa diartikan dengan “berhati-hati” atau menjaga diri dari segala perbuatan yang tidak diridhai Allah SWT. Dan untuk menjadi seorang muttaqi (orang bertaqwa) itu tidaklah mudah. Karena ketika seorang yang sedang melakukan ibadah itu biasanya banyak hambatannya, banyak cobaannya dan banyak gangguannya.

Kemudian pembicara pun menjelaskan bahwa “Taqwa” juga sering diartikan dengan “Takut”. Takutnya seorang Muttaqi terhadap Allah berbeda dengan persepsi takutnya seseorang terhadap bahaya. Karena takutnya seorang muttaqi kepada Allah berkonotasi ketaatan dan kepatuhan sebagai upaya taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah), sedangkan takutnya seorang yang takut pada bahaya biasanya berakibat pada penjauhan (escape) dari bahaya yang ditakutinya.

Secara umum, taqwa didefinisikan “Melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya berdasarkan ketentuan Agama-Nya”.

Mengingat taqwa ini berasal dari istilah islam, maka untuk memahami arti sebenarnya dari taqwa tadi harus mengacu pada Al-Quran dan Assunah tidak didasarkan pada terma qauliah dan kauniah yang dapat mengabutkan makna sebenarnya.

Pembicara pun menjelaskan bahwa berdasarkan Quran dan Sunnah, taqwa berasal dari kata “waqaa-yaqii-wiqayatan”. Dan kata itu meliputi tiga persoalan pokok, yakni:

  1. Qanitan lillah. Tunduk dan patuh pada Allah, dilakukan dengan melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala larangan-Nya.
  2. Khaufan lillah. Takut kepada Allah yang melahirkan sikap mawas diri dan berhati-hati dari segala perbuatan yang mengundang kemurkaan-Nya; merugikan terhadap diri sendiri dan merugikan orang lain
  3. Hanifan lillah. Yaitu lurus terhadap Undang-undang Allah. Orang yang muttaqi melaksanakan segala kebaikan dan meninggalkan keburukan didasarkan pada ketentuan Allah dan Rasulnya. Bukan didasarkan pada pertimbangan perasaan dan pikiran sendiri.

Kemudian pembicara pun menjelaskan karunia yang diberikan Allah bagi para Muttaqi, yaitu

  1. Kemudahan dan kelapangan
  2. Al-Furqan dan ampunan Allah
  3. Mendapat petunjuk Allah
  4. Terpelihara dari godaan syetan yang menyesatkan
  5. Memperolah Al-Busyra di Dunia dan Akhirat.

Di akhir materi, ustad Yadi Mulyadi mengajak kepada seluruh hadirin peserta kajian untuk menjadikan momentum ramadhan ini sebagai  bulan latihan “syahrut tadribat” untuk menjadi orang yang diinginkan oleh Allah swt yaitu menjadi orang-orang yang bertaqwa. [TS]

Kunjungan Himasid ’96 Unpad ke Masjid Raya Ibnu Sina

Kunjungan HimasidKondisi Masjid Raya Ibnu Sina di Hari ke 25 Bulan Suci Ramadhan masih ramai oleh jamaah yang melaksanakan shalat dzuhur dan ashar. Meskipun kondisi kampus yang sudah sepi karena mahasisswa sudah pada mudik ke kampung halaman. Kondisi perkuliahan pun yang sudah menginjak masa libur panjang pasca UAS menjadikan dunia kampus benar-benar sepi. Meskipun begitu, kondisi Masjid yang ada di kampus tetap masih banyak dikunjungi Jamaah yang sengaja berkunjung ke kampus. Di antara Mereka ada juga yang sudah lulus perkuliahan dan kebetulan sedang mengadakan kegiatan reuni atau kegiatan kumpul bersama teman yang lain yang semasa disaat perkuliahan.

Sabtu, 03 Agustus 2013 Masjid Raya Ibnu Sina dikunjungi sekelompok orang dari Alumni Mahasiswa Unpad angkatan ’96 (Himasid 1996) yang sedang mengadakan kegiatan di sekitar kampus. Mereka memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan ini untuk berbagi bersama muslim lainnya. Ada banyak Mushaf Al-quran dan alat shalat yang mereka bawa untuk sengaja mereka sumbangankan ke masjid. Selain Al-quran dan alat shalat, mereka juga memberikan makanan berat dan takjil untuk berbuka puasa bagi jamaah yang masih ada di masjid. Kedatangan mereka disambut dengan baik oleh pengurus masjid yang masih stand by di masjid sampai Hari Raya Idul Fitri nanti. Dan pemberian dari para alumni pun diterima dengan suka cita oleh pengurus yang ada untuk nantinya digunakan dengan sebagaimana mestinya. Continue reading